William
Li, CEO Nio, mengatakan, teknologi
baru pada baterai ET7 dapat
memberikan jarak tempuh yang lebih jauh, mencapai 621 mil atau setara 1.000
km.
Mobil
listrik ini memiliki tenaga 644 tk dan torsi 850 Nm, serta dapat berakselerasi
dari 0-100 kpj dalam 3,9 detik.
Baca Juga:
Libur Nataru, PLN UP3 Nias Siapkan SPKLU untuk Layani Pengguna Mobil Listrik
Menurut
Li, ET7 telah dilengkapi dengan "sensor
lidar" yang dapat membaca lingkungan sekitar.
Fitur
ini merupakan teknologi otonom baru, sesuatu yang justru dihentikan CEO Tesla, Elon Musk.
Berbeda
dengan teknologi otonom Tesla yang
memakai kamera 1.2 megapiksel, Nio
didukung resolusi kamera 8 megapiksel dan chip pemrosesan Nvidia yang
menawarkan kekuatan 7 kali lebih besar daripada komputer self-driving Tesla.
Baca Juga:
Sambut Nataru, PLN dan Mitra Siapkan 4.514 SPKLU di 2.862 Titik serta 69.000 Personel di 3.392 Posko Nasional, ALPERKLINAS: Mobil Listrik Aman Dibawa Mudik
Menurut
laporan Automotive News, pada tahun
lalu Nio berhasil mengirimkan 43.728
unit kendaraan sepanjang 2020.
Jumlah
ini memiliki nilai kapitalisasi pasar lebih dari 92 miliar dolar AS, yang
melampaui produsen mobil konvensional seperti Daimler dan General Motors.
Sebelumnya,
Nio telah memiliki tiga SUV dalam
portofolio. Semua produk Nio sebelumnya diproduksi dari pabrik di Hefei, China
bagian timur. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.