WahanaNews.co | Percaya diri merupakan keyakinan terhadap kemampuan dan value yang dimiliki seseorang. Dalam buku The Personality Test, Peter Lauster menuliskan bahwa dengan kepercayaan diri, seseorang tidak akan merasa terlalu cemas dalam bertindak.
Kepercayaan diri juga berarti perasaan bebas untuk melakukan berbagai hal sesuai keinginan, tapi tetap bertanggung jawab atas perbuatannya.
Baca Juga:
6 Ciri Kepribadian Elegan: Salah Satunya Tetap Tenang di Bawah Tekanan
Selain itu, kepercayaan diri pun terlihat dari sopan santun saat interaksi dengan orang lain. Orang dengan kepercayaan diri juga memiliki dorongan untuk berprestasi serta dapat mengenal kelebihan dan kekurangan diri sendiri.
Sayangnya, banyak orang kerap merasa tidak percaya diri atau minder. Padahal, perasaan negatif ini dapat menghalangi seseorang untuk melakukan banyak hal.
Kondisi ini juga bisa berdampak besar pada interaksi sosial, karier, bahkan kesehatan mental seseorang.
Baca Juga:
5 Efek Buruk Overthinking Bagi Kesehatan Mental
Untuk menghindarinya, kamu dapat menerapkan enam tip membangun kepercayaan diri yang dijabarkan Anna Barnes dalam buku How to Be Confident.
1. Menerima diri
Tak ada manusia yang sempurna. Oleh sebab itu, kamu seyogianya menerima kekurangan dan kelebihan diri yang dimiliki.
Sikap tersebut dapat mengurangi keraguan yang memicu rasa tidak percaya diri. Hal itu juga akan membantu kamu untuk fokus memperbaiki kekurangan sekaligus meningkatkan kelebihan secara optimal.
2. Apresiasi pencapaian
Seluruh pencapaian dalam hidup tidak diraih melalui proses yang instan. Hasil baik bisa didapat secara bertahap. Tak jarang, pencapaian terbaik dimulai dari langkah sederhana dan dilalui dengan penuh tantangan.
Oleh karena itu, salah satu cara terbaik untuk menjadi percaya diri adalah dengan mengapresiasi setiap pencapaian yang diraih. Hal ini juga akan memotivasi kamu untuk berjuang lebih baik lagi.
3. Jangan membandingkan
Salah satu penyebab kemunculan rasa minder adalah kebiasaan membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Kebiasaan ini dapat membuat kamu kehilangan fokus dan meragukan potensi yang dimiliki.
Anna menganalogikan hal tersebut dengan lomba lari. Dalam lomba ini, setiap peserta memiliki lintasan yang berbeda. Jika seseorang terlalu sering melihat lintasan peserta lain, dia justru akan mudah tersandung dan jatuh.
4. Hindari overthinking
Overthinking merupakan tindakan memikirkan banyak hal secara berlebihan dan cenderung tidak beralasan.
Hal tersebut dapat memicu kecemasan terhadap sesuatu yang belum pasti terjadi, seperti cemas memikirkan kegagalan di masa lalu akan terulang lagi atau memikirkan pandangan orang lain terhadap diri sendiri. Pada akhirnya, overthinking akan membuat seseorang merasa tidak percaya diri.
Untuk menghindari overthinking, kamu bisa melatih diri untuk berfokus pada hal-hal realistis yang akan ingin dicapai.
5. Kelola emosi
Sebagian orang kerap merasa kesulitan atau bahkan sengaja memendam perasaan. Tak hanya berefek negatif pada tubuh, kebiasaan ini juga dapat memicu masalah kesehatan mental.
Oleh sebab itu, emosi, terutama emosi negatif, sebaiknya dikelola dengan baik. Dengan demikian, kamu akan lebih percaya diri.
6. Ubah kebiasaan buruk
Kebiasaan merupakan salah satu fondasi keberhasilan. Mengganti kebiasaan buruk dengan kebiasaan baik dapat berdampak positif kepada diri sendiri. Hal ini pun bisa meningkatkan kepercayaan diri.
Beberapa kebiasaan baik yang perlu dipupuk adalah berolahraga secara teratur, menjaga pola makan, dan mengekspresikan diri dengan penampilan baru. [qnt]