WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menjelaskan beberapa kerja sama yang dilakukan pihak India. Salah satunya adalah rencana peluncuran satelit milik BRIN di India pada awal tahun depan.
Diketahui usai pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan PM India Narendra Modi, ada 16 kerja sama yang diteken. Salah satunya adalah Perpanjangan Framework Agreement antara BRIN dan Indian Space Research Organisation, tentang kerja sama dalam eksplorasi dan pemanfaatan antariksa untuk tujuan damai.
Baca Juga:
Kerjasama Pengembangan Nuklir di RI, Dirjen Rosatom Rusia Bertemu BRIN
Arif menjelaskan kerja sama itu untuk monitoring satelit antariksa dengan India. Kemudian rencana persiapan untuk berkolaborasi pada pembangunan Bandar Antariksa pertama Indonesia di Pulau Biak, Papua.
"Kemudian yang kedua, kita akan melakukan launching satelit yang diproduksi oleh BRIN di India, Insyaallah awal Januari 2027, yaitu satelit buatan BRIN," katanya, di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (7/7/2026).
Dia menjelaskan bahwa kerja satelit itu untuk melakukan monitoring lingkungan untuk berbagai keperluan, termasuk ketahanan pangan. Selain itu juga untuk memantau perkembangan hasil produksi produksi pertanian hingga kondisi hutan.
Baca Juga:
AHY Umumkan Kondisi Genting, Permukaan Pantura Jawa Turun 15-20 Cm per Tahun
Arif juga sudah mendapatkan pesan dari presiden untuk terus memperkuat kerja sama di bidang antariksa.
"Memang kami sudah intensif melakukan pembicaraan dengan pihak India terkait dengan pembangunan bandara antariksa. Jadi nanti kita akan me-launching satelit kita sendiri dengan kolaborasi India," jelasnya.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.