WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sebuah video viral di media sosial memicu kemarahan publik setelah seorang pengendara mengaku membeli bahan bakar minyak (BBM) di SPBU dekat Senayan City, Jakarta, namun tangki motornya tetap kosong meski indikator pengisian berjalan normal.
Keluhan itu diunggah akun media sosial @ajumay dan dibagikan ulang oleh akun @agungmysquad pada Jumat (9/1/2026).
Baca Juga:
Kemendag Pastikan Perlindungan Konsumen di Indonesia dengan Pembinaan Pelaku Usaha
Dalam video tersebut, perekam menyampaikan kekecewaannya terhadap layanan SPBU Pertamina yang dinilai merugikan konsumen dan berdampak langsung pada aktivitas kerjanya.
Ia menilai pengisian BBM yang tidak masuk ke tangki membuatnya terlambat masuk kerja dan menyulitkan pengguna jalan lainnya.
“Parah Pertamina, kalau mau cari duit jangan kayak gitu dong,” ujar perekam dalam video tersebut.
Baca Juga:
Pembeli BBM di SPBU Tetap Mengular Meski Harga Pertalite Naik
Ia kemudian menjelaskan bahwa kejadian itu berlangsung di SPBU Pertamina yang berada di sekitar kawasan Senayan City, Jakarta.
Menurutnya, pelayanan yang ia terima sangat mengecewakan dan tidak seharusnya terjadi.
“Kalau kayak gini gue jadi telat masuk kerja,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut jelas merugikan konsumen.
Dalam unggahan video lanjutan, perekam memaparkan kronologi kejadian yang dialaminya sekitar pukul 08.00 WIB saat hendak berangkat kerja.
Ia mengatakan mengisi BBM jenis Pertalite senilai Rp 30.000 di SPBU yang berada tepat di belakang Senayan City.
“Gua enggak tahu itu kode swasta atau kode pemerintah dengan kode 34,” ujar dia.
Ia menjelaskan bahwa indikator pengisian pada dispenser terlihat berjalan normal dari nol hingga nominal Rp 30.000 sebelum pengisian dinyatakan selesai.
Namun setelah proses tersebut, ia mengaku BBM sama sekali tidak masuk ke dalam tangki motornya.
Perekam kemudian membuka lubang tangki dan memperlihatkan jarum indikator BBM yang tetap berada di posisi kosong.
“Tadi itu gua isi bensin Rp 30.000, tapi ini enggak keisi nih,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa dalam kondisi normal, pengisian BBM dengan nominal tersebut seharusnya terlihat jelas pada indikator.
Namun kali ini, menurutnya, hanya indikator dispenser yang berjalan, sementara BBM tidak mengalir ke tangki.
“Biasanya kan kalau isi Rp 30.000 pasti keisi,” katanya.
Ia menilai kejadian tersebut sebagai sesuatu yang tidak wajar dan merugikan.
Dalam video itu pula, perekam memperlihatkan dua petugas SPBU berseragam hitam dengan garis putih dan logo Pertamina.
Ia menjelaskan kepada petugas bahwa BBM tidak terisi meskipun indikator pada dispenser telah menunjukkan proses pengisian selesai.
“Awalnya beli pertama itu pakai debit, ini saya bayar pakai cash,” ujar dia kepada salah satu petugas.
Ia kembali menegaskan bahwa pembayaran dilakukan secara tunai dan meminta petugas mengecek rekaman kamera pengawas untuk memastikan kejadian tersebut.
“Saya bayar pakai cash, Mbak,” katanya.
Ia menyebutkan bahwa rekaman CCTV dapat digunakan untuk membuktikan bahwa indikator pengisian sudah berjalan saat transaksi berlangsung.
Menanggapi kejadian itu, Area Manager Communication, Relations, and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria, memberikan klarifikasi.
“Berdasarkan pengecekan dan laporan atas kejadian di SPBU 34.10206, dapat disampaikan bahwa kejadian murni merupakan kelalaian yang dilakukan tidak sengaja oleh operator SPBU,” kata Susanto pada wartawan, Sabtu (10/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa operator SPBU tidak menjalankan standar operasional prosedur pengisian BBM secara benar.
“Operator secara tidak sadar belum menyalakan pompa nozzle dan tidak melakukan pengecekan ulang di display pompa dispenser di akhir pengisian,” ujarnya.
Susanto menambahkan bahwa Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat telah memberikan teguran keras kepada pengelola SPBU.
Pihak SPBU juga disebut telah memberikan peringatan keras kepada operator yang bersangkutan.
Selain itu, SPBU telah menyampaikan permintaan maaf kepada konsumen dan melakukan pengisian ulang BBM sesuai nominal yang dibeli.
“Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat berterima kasih atas laporan melalui media sosial terkait pelayanan di SPBU 34.10206,” kata Susanto.
Ia menegaskan Pertamina terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen.
Masyarakat yang memiliki keluhan atau masukan terkait layanan SPBU diminta menghubungi Pertamina Call Center 135.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]