WahanaNews.co |
Kapal selam merupakan salah satu alat utama sistem pertahanan yang sangat
penting. Sejumlah negara rela merogoh kocek dalam jumlah yang fantastis untuk
membangun atau membeli kapal selam.
Baca Juga:
2 Unit Kapal Selam Prancis Resmi Dibeli RI, Produksinya di Surabaya
Setiap kapal selam memiliki kemampuan yang berbeda-beda
tergantung dari perusahaan yang membangunnya. Selain untuk perang, kapal selam
milik militer digunakan untuk kepentingan patroli laut suatu negara.
Berikut ini adalah kapal selam canggih dunia yang bernilai
triliunan.
Baca Juga:
Puing dan Sisa Tubuh Penumpang Kapal Titan Akhirnya Ditemukan!
1. Kelas Virginia
(Rp36,2 triliun)
Kapal selam Kelas Virginia adalah kapal selam bertenaga
nuklir multimisi siluman canggih untuk perang anti-kapal selam laut dalam dan
operasi pesisir (perairan dangkal).
Kapal selam Kelas Virginia dibangun oleh kemitraan antara
divisi Pembuatan Kapal Newport News Huntington Ingalls Industries dan General
Dynamics Electric Boat. General Dynamics Electric Boat membangun kelas pertama,
yakni Virginia (SSN 774) dan Northrop Grumman Newport News yang kedua, Texas
(SSN 775).
Pada Desember 2019, Newport News dan Electric Boat menerima
kontrak senilai US$22 miliar atau Rp318,8 triliun (kurs Rp14.494) untuk
membangun sembilan kapal selam. Itu artinya, satu unit kapal selam
Virginia-Class terbaru dibanderol dengan harga sekitar US$2,5 miliar atau
Rp36,2 triliun.
Kapal selam serang Kelas Virginia dilengkapi dengan 12
tabung peluncuran rudal vertikal dan empat tabung torpedo 533 mm. Sistem
peluncuran vertikal memiliki kapasitas untuk meluncurkan 16 rudal jelajah yang
diluncurkan kapal selam Tomahawk (SLCM) dalam satu salvo, seperti dilaporkan
Naval Technology.
2. Kelas Seawolf
(Rp79,6 triliun)
SSN Seawolf Class adalah kapal selam serangan cepat
bertenaga nuklir. Kapal itu mampau mengankut 116 kru. Seawolf adalah produk
dari Perang Dingin, dibuat untuk mempertahankan keunggulan akustik AS atas
kapal selam Soviet.
Naval Technology menyebut kapal selam Kelas Seawolf pertama
dibangun oleh Electric Boat Division of General Dynamics pada 1989. Sejak saat
itu, kapal terus mengalami pengembangan hingga saat ini. Kapal salam itu
memiliki kemampuan manuver yang lebih besar daripada kelas Los Angeles, ruang
untuk peningkatan dan pengembangan senjata, dan peningkatan sonar.
Seawolf dapat mengelam hingga kedalaan 610 meter dan mampu
bergerak dengan kecepatan hingga 35 knot. Seawolf tidak memiliki senjata
eksternal. Namun, kapal selam ini dipersenjatai dengan rudal Tomahawk versi
serangan darat dan anti-kapal dari Raytheon. Tomahawk memiliki jangkauan 2.500
km.
Melansir USNI, satu unit Kapal selam Kelas Seawolf menelan
biaya hingga US$5,5 miliar atau Rp79,6 triliun.
Kapal selam kelas Chang Bogo adalah kapal selam yang
dirancang untuk melakukan operasi dengan kebisingan rendah. Setiap kapal selam
dilengkapi dengan sistem otomatis, untuk mengurangi beban kerja awak kapal.
Kapal selam itu awalnya dikembangkan oleh
Howaldtswerke-Deutsche Werft (HDW) sebelum dikembangkan oleh Daewoo
Shipbuilding and Marine Engineering (DSME). Indonesia diketahui memiliki
beberapa kapal selam kelas tersebut.
Kapal selam kelas Chang Bogo memiliki panjang 56 meter, beam
6,2 m dan draft 5,5 m. Perpindahan kapal yang terendam adalah 1.285 ton. Kapal
selam Kelas Chang Bogo dapat mengangku 33 anggota awak, seperti dikutip dari
Naval Technology.
Kelas Chang Bogo dilengkapi dengan sistem manajemen
pertempuran modern yang mengintegrasikan konsol multiguna untuk sonar, sistem
navigasi, dan sistem senjata. Kapal selam itu membawa total 14 torpedo SUT Mod
2. Setiap torpedo dapat membawa hulu ledak 260 kg untuk jarak maksimum 28km.
Melansir The Diplomat, Indonesia menggelontorkan uang hingga
US$1,1 miliar atau Rp15,9 triliun dalam kerjasama dengan Korsel untuk membangun
tiga unit kapal selam Kelas Chang Bogo.
Kelas Chang Bogo didukung oleh sistem propulsi diesel-listrik
yang mengintegrasikan empat mesin diesel MTU 12V 396 SE, satu motor listrik
Siemens, poros dan baling-baling. Sistem propulsi memberikan kecepatan
penyelaman maksimum 22 knot dan jangkauan 595 km.
4. Kelas Soryu (Rp7,1
triliun)
Kapal selam Kelas Soryu adalah kapal selam bertenaga
diesel-listrik yang dibangun oleh itsubishi Heavy Industries dan Kawasaki
Shipbuilding Corporation. Kelas Soryu adalah versi perbaikan dari kapal selam
kelas Oyashio.
Kapal itu mulai diluncurkan pada pada Desember 2007 dan ditugaskan
pada Maret 2009. Kelas Soryu mengusung desain hidrodinamik. Lambung kapa selam
itu terbuat dari baja dan dilapisi dengan lapisan anechoic untuk mengurangi
pantulan gelombang akustik.
Kapal tersebut memiliki panjang keseluruhan 84 m, lebar 9,1
m, dan kedalaman 10,3 m. Draf normal kapal selam adalah 8,4 m. Kelas Soryu
mampu mengangkut 65 kru, dan dapat berlayar dengan kecepatan permukaan 13 knot
dan kecepatan terendam 20 knot, serta memiliki jangkauan maksimum 610 meter
dengan kecepatan 6,5 knot.
Naval Technology mencatat Soryu dilengkapi dengan enam
HU-606 tabung 533mm torpedo untuk tipe 89 torpedo dan UGM-84 Harpoon
anti-kapal. arpoon memiliki jangkauan lebih dari 124 km dan kecepatan 864 km /
jam.
Melansir The Diplomat, satu unit kapal selam Kelas Soryu
baru yang menggunakan baterai lithium-ion diperkirkan seharga US$496 juta atau
Rp7,1 triliun. Baterai baru dilaporkan akan memungkinkan kapal selam untuk
mematikan propulsi diesel-listrik mereka dan beroperasi dengan tenaga baterai
saja untuk waktu yang lebih lama di bawah air.
5. Kelas Yasen/
Graney (Rp26 triliun)
Kapal selam kelas Yasen/ Graney adalah kapal selam serang
bertenaga nuklir. Kapal yang dibangun oleh galangan kapal Sevmash Rusia itu mampu
mengangkut 55 awak.
Kapal selam pertama di kelasnya, Severodvinsk (K-329),
dibangun pada Desember 2003 dan diluncurkan pada Juni 2010 sebelum ditugaskan
pada 2012.
Kapal selam itu dapat digunakan saat perang anti kapal
selam, perang anti permukaan, operasi pengawasan dan misi khusus. Lambung kapal
selam itu dibuat dengan baja bermagnet. Ukurannya tampak lebih kecil dari kapal
Kelas Akula tetapi memiliki kekuatan tembak yang lebih besar.
Kapal selam Kelas Yasen/ Graney adalah kapal selam Rusia
pertama yang dilengkapi dengan sonar Irtysh-Amfora. Kapal selam itu dapat
menampung 50 kru. Sebagai perbandingan, kapal selam serang Kelas Virginia
Angkatan Laut AS memiliki 134 kru, seperti tertulis di Naval Technology.
Kapal selam Kelas Yasen/ Graney memiliki panjang keseluruhan
111 m, lebar 12m dan draft 8,4m. Kapal selam itu dilengkapi dengan delapan
tabung torpedo 25.6 inci. Selain itu, dipersenjatai dengan rudal jelajah
peluncuran kapal selam (SLCM) 3M51 Alfa, P-800 Oniks atau SS-N-21 Granat/
Sampson SLCM. 3M51 Alfa yang mampu menyerang target dalam jarak 300 hingga 800
km, serta dapat membawa hulu ledak nuklir.
Kapal selam ini didukung dengan reaktor air bertekanan tipe
KPM, turbin uap, poros dan baling-baling. Reaktor memiliki daya 200MW. Sistem
propulsi memberikan kecepatan terendam maksimum 35 knot dan kecepatan permukaan
20 knot.
Melansir Reuters, pemerintah Rusia sempat menandatangani
kontrak senilai US$9 miliar atau Rp130,4 triliun untuk untuk membangun lima
kapal selam Kelas Yasen/ Graney pada 2011. Itu artinya satu unit kapal tersebut
seharga US$1,8 miliar atau Rp26 triliun. [dhn]