Dampak fisik di lapangan menunjukkan adanya penurunan lahan atau land subsidence yang mengakibatkan air laut di Teluk Palu sempat terlihat surut sesaat setelah guncangan. Selain itu, ketidakstabilan lereng di Gunung Kamarora juga memicu terjadinya fenomena longsoran material serta amblesan pada badan jalan akses menuju wilayah Napu.
Wilayah terdampak yang berada pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) tingkat menengah hingga tinggi ini memiliki klasifikasi tanah mulai dari batuan lunak hingga tanah sangat lunak (Vs30 kelas C, D, dan E). Kondisi ini memicu munculnya potensi likuefaksi di Kabupaten Sigi, Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, hingga sebagian wilayah Kabupaten Poso.
Baca Juga:
Daftar 23 Gunung Api di RI Berstatus Waspada, 2 Siaga dan 1 Awas
Badan Geologi merekomendasikan agar setiap bangunan di wilayah rawan dirancang sesuai kaidah tahan gempa serta dilengkapi dengan jalur evakuasi yang memadai.
Masyarakat juga diimbau untuk selalu memeriksa kondisi struktur bangunan guna memastikan keamanan sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah guna menghindari risiko tertimpa reruntuhan akibat gempa susulan.
Terkait potensi likuefaksi yang juga dipengaruhi tingkat guncangan dan jenis tanah, Badna Geologi menegaskan masih akan melakukan pantauan ketat di lapangan.
Baca Juga:
Gunung Dempo Berubah Bentuk Membesar Dalam Sepekan, Ini Kata Badan Geologi
"Selalu mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan. Jangan terpengaruh oleh informasi yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi maupun tsunami," tegas Badan Geologi.
"Tetap tenang, tidak perlu panik, namun harus tetap waspada. Karena gempa susulan adalah hal yang wajar, hindari bangunan retak. Jangan mudah percaya isu atau hoaks, dan selalu rujuk informasi resmi dari BPBD, BNPB, serta pemerintah daerah," tutup Badan Geologi.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.