Mereka menuntut agar delapan bus stop yang baru dibangun dalam dua hingga tiga bulan terakhir dinonaktifkan karena dinilai berdampak pada penurunan jumlah penumpang angkot.
"Jadi tadi ada kurang lebih 100-an pengemudi dan pemilik angkot. Mereka minta dinonaktifkan delapan bus stop yang kita pasang dua sampai tiga bulan ke belakang," kata Doddy.
Baca Juga:
Ilham Permana: Ukur Keberhasilan Pariwisata dari Nilai Ekonomi, Bukan Jumlah Wisatawan
Ia menjelaskan Dishub telah mengoperasikan sekitar 85 bus stop, termasuk di Koridor 2 yang menjadi lintasan angkot trayek 21.
Menurut para pengemudi angkot, bertambahnya titik pemberhentian Biskita membuat pendapatan mereka turun secara signifikan.
"Jadi Dishub sudah mengaktifkan sekitar 85 bus stop termasuk salah satunya di koridor 2 di lintasan trayek 21. Mereka menuntut terkait dengan bertambahnya bus stop ini, pendapatan mereka menurun drastis," ucapnya.
Baca Juga:
Komunitas Pecinta Alam PLN dan YBM PLN UP3 Bogor Gelar Trekking Edukatif Sekaligus Bakti Sosial di Gunung Salak
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.