WAHANANEWS.CO - Seorang pria yang sempat viral karena diduga hendak mencuri sepeda motor di kawasan Kota Wisata Cibubur ternyata mengaku salah memasukkan kunci ke motor lain saat berada di bawah pengaruh minuman beralkohol, dan kasus tersebut akhirnya diselesaikan secara damai.
Seorang pria berinisial S diamankan petugas keamanan setelah dicurigai hendak mencuri sepeda motor di area parkir sebuah restoran di Kota Wisata Cibubur, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Minggu (2/8/2026), sebelum video penangkapannya viral di media sosial.
Baca Juga:
YBM PLN dan PLN UP3 Gunung Putri Santuni Marbot Masjid di Kabupaten Bogor
Dalam rekaman video yang beredar, pria tersebut tampak dikerumuni warga karena diduga hendak membawa kabur sepeda motor milik orang lain dan sempat menjadi sasaran amukan massa sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak kepolisian.
Kapolsek Gunung Putri, Kompol Hilal Adi Imawan, membenarkan peristiwa tersebut dan menjelaskan bahwa pria berinisial S pertama kali diamankan oleh petugas keamanan yang curiga terhadap gerak-geriknya.
"(Sekuriti) Merasa curiga terhadap gerak-gerik terduga pelaku, petugas keamanan segera mengamankan yang bersangkutan untuk dimintai keterangan awal. Kemudian membawanya ke Polsek Gunung Putri guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Hilal.
Baca Juga:
YBM PLN dan PLN UP3 Gunung Putri Apresiasi Dedikasi Marbot Masjid di Bogor
Dari hasil pemeriksaan, polisi menyebut S diduga berada di bawah pengaruh minuman beralkohol ketika kejadian berlangsung.
Hilal menjelaskan, S mengaku diminta rekannya untuk mengambil sepeda motor, namun keliru memasukkan kunci ke motor lain yang sedang terparkir sehingga aksinya diketahui petugas keamanan.
"Berdasarkan hasil klarifikasi dan pemeriksaan, kejadian bermula ketika pria berinisial S, diduga dalam keadaan dipengaruhi minuman beralkohol, diperintahkan oleh temannya untuk mengambil motor," kata Hilal.
"Terduga pelaku kemudian mencoba memasukkan kunci motor yang dibawanya, ke lubang kontak salah satu sepeda motor yang terparkir di lokasi kejadian. Aksi tersebut diketahui oleh petugas keamanan atau sekuriti yang sedang berjaga," sambungnya.
Setelah menjalani proses pemeriksaan, pemilik sepeda motor berinisial P dan S sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.
Menurut Hilal, korban menerima permohonan maaf dari S dan memilih tidak melanjutkan perkara ke proses hukum.
"Setelah dilakukan proses klarifikasi dan mempertimbangkan keinginan korban, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan. Korban menerima permohonan maaf tersebut dan memilih menyelesaikan perkara secara damai," kata Hilal.
"Dalam proses mediasi yang difasilitasi oleh pihak kepolisian, S mengakui perbuatannya, menyampaikan permohonan maaf kepada korban, serta membuat surat pernyataan yang berisi janji untuk tidak mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari," imbuhnya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]