WahanaNews.co, Morowali - Sebuah tragedi mengerikan terjadi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, di mana seorang gadis remaja berusia 17 tahun nekat membunuh ibu kandungnya sendiri.
Menurut keterangan Kepala Kepolisian Resor Morowali, AKBP Suprianto, selain menusuk ibunya, pelaku yang berinisial Z juga melukai ayahnya hingga kritis.
Baca Juga:
Pelaku Penusukan Wanita di Mal Ditangkap, Ternyata Gegara Putus Cinta
Peristiwa berdarah ini bermula ketika Z baru saja kembali dari melaksanakan salat subuh berjamaah di masjid. Begitu tiba di rumahnya di Desa Onepute, Kecamatan Bungku Timur pada Senin (20/5/2024) pagi, Z langsung memasuki kamar orang tuanya dan menusuk ibunya yang sedang tertidur pulas.
Mendengar jeritan istrinya, sang ayah kemudian bergegas masuk ke kamar untuk menolong. Namun, Z tanpa berpikir panjang juga menusuk ayahnya hingga terluka parah dan kritis. Ibunya tidak tertolong dan meninggal di tempat kejadian akibat tusukan pisau dari putrinya sendiri.
"Bapaknya ini berusaha mau menolong istrinya karena mendengar menjerit saat ditikam. Tapi pas masuk di kamar bapaknya juga ikut ditikam pas di perut," ujarnya, melansir VIVA (22/5/2024).
Baca Juga:
Menyerahkan Diri Melalui Camat, Penikam Seorang Pria hingga Tewas di Nias Barat Dimassakan
Setelah kejadian itu, pelaku yang masih duduk di bangku SMK kelas 2 itu langsung diamankan anggota keluarga yang lain. Sementara kedua korban dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Sang ibu tidak bisa tertolong lalu meninggal dunia, sementara sang ayah selamat dan masih dalam perawatan medis.
"Keluarganya sendiri yang tolong suami-istri ini. Dan keluarga melihat korban sudah bersimbah darah di kamar. Tiba di rumah sakit ibu ini sudah meninggal dunia. Sementara sang ayah masih dalam perawatan," katanya
Suprianto mengaku saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Termasuk memeriksa pelaku untuk mengetahui motif penikaman maut itu.
Suprianto menyebutkan, pelaku kini diamankan di Polres Morowali. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan pelaku.
Kemudian, pihak kepolisian juga akan melakukan pengembangan kasus dengan mendatangi sekolah yang bersangkutan. Pihak kepolisian ingin mencari tahu seperti apa perilaku Z selama berada di sekolah. Selain orang tua pelaku, murid, dan guru juga akan diambil keterangannya.
"Pelaku Z akan menjalani pemeriksaan setelah kondisinya stabil, kami juga akan melakukan upaya untuk mengetahui motif dan latar belakang kejadian ini. Kami juga belum periksa bapaknya karena masih suasana duka juga,” kata Suprianto.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]