Kedua
gempa yang mengguncang selatan Lampung itu memenuhi ketiganya, terjadi di
lokasi dan waktu yang hampir berdekatan, juga memiliki kekuatan yang nyaris
sama.
Akan
tetapi, ia membantah jika terjadinya gempa kembar seperti ini menjadi indikasi
akan terjadi fenomena lain setelahnya.
Baca Juga:
Kasi Intel Kejaksaan Taput, "Menyimpang dari Kepentingan Masyarakat Tentu Kita Tanggapi Memakai Anggaran Negara"
"Oh
enggak, enggak ada (mengindikasikan apa pun). Tapi yang pasti dengan kekuatan
yang 5 itu kan patut kita cermati.
Gempa kembar pernah terjadi di Lombok, di Bengkulu tahun 2007 itu juga pernah,
ini memang menarik dengan ada peningkatan (aktivitas kegempaan di Enggano)
ini," ujar Daryono.
Daryono
menjelaskan, dua gempa yang terjadi di selatan Lampung masih menjadi perhatian
BMKG, karena sebelumnya aktivitas kegempaan di Enggano, Bengkulu, juga belum
selesai sejak Januari lalu.
"Dengan
meningkatnya aktivitas di Enggano, Bengkulu, dan selatan Lampung ini, kami BMKG
akan terus memantau apakah ini hanya sekadar aktivitas biasa yang kemudian
luruh dan selesai, ataukah ada berikutnya," kata dia.
Baca Juga:
Wakil Bupati Rokan Hilir Jhony Charles Silaturahmi ke Kementerian ATR/BPN Bahas Program Perumahan Layak Huni
Di Zona
Megathrust
Melihat
titik terjadinya ada di zona megathrust,
ia khawatir dua gempa yang terjadi tadi hanya sebagai pembuka gempa lainnya
pada waktu yang akan datang.