WAHANANEWS.CO - Seorang aparatur sipil negara (ASN) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nias berinisial Apriaman Lase (27) tewas setelah melompat dari lantai 12 sebuah apartemen di Kota Medan usai diduga menjadi korban pemerasan oleh dua perempuan yang dikenalnya melalui aplikasi kencan.
Peristiwa yang terjadi pada Jumat (10/7/2026) dini hari itu diduga bermula ketika korban memesan jasa seorang perempuan melalui aplikasi MiChat sebelum akhirnya dipaksa membayar uang tambahan hingga diminta menunjukkan saldo rekeningnya.
Baca Juga:
Diduga Dipicu Bullying, Pelajar di Padang Belajar Rakit Bom Secara Autodidak Selama Empat Bulan
Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky mengatakan korban mulai berkomunikasi dengan pelaku berinisial FR pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 03.30 WIB dan meminta perempuan tersebut datang ke apartemen tempatnya menginap.
Saat tiba di lokasi, FR ternyata datang bersama rekannya yang berinisial JS.
Setelah bertemu, korban disebut tidak jadi berhubungan intim dengan FR karena wajah pelaku dinilai tidak sesuai dengan foto yang ditampilkan di aplikasi.
Baca Juga:
Diduga Terdesak Ekonomi, Pria Gendong Bayi Terciduk Hendak Curi Kosmetik
Korban kemudian memutuskan berhubungan badan dengan JS.
Usai berhubungan badan, terjadi perselisihan mengenai biaya yang harus dibayarkan korban.
Menurut polisi, kedua pelaku kemudian meminta korban membayar tambahan uang sebesar Rp4,5 juta di luar kesepakatan awal.
Korban menolak permintaan tersebut karena nominal yang diminta dinilai terlalu besar.
Namun, kedua pelaku diduga terus mendesak korban agar membayar uang tambahan tersebut.
Polisi mengungkapkan para pelaku juga memaksa korban memperlihatkan saldo rekening melalui telepon genggamnya.
“Jadi dia (pelaku) memaksa korban untuk menunjukkan saldonya di handphone-nya si korban sambil mendekati korban. Kamar itu ada balkon, balkonnya itu sekitar 1 meter lah jaraknya dari pintu kamar,” kata AKBP Adrian.
Tekanan yang terus dilakukan kedua pelaku diduga membuat korban panik hingga akhirnya melompat dari balkon apartemen.
Korban meninggal dunia akibat peristiwa tersebut dan kasusnya kini masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk mengusut dugaan tindak pidana yang terjadi.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]