WAHANANEWS.CO, Jakarta - Petang yang seharusnya diisi antrean bantuan sosial berubah menjadi kepanikan ketika seorang bocah berusia enam tahun lenyap di tengah banjir dan luapan sungai di Kota Tasikmalaya.
Seorang bocah laki-laki berinisial Z (6) dilaporkan hilang saat ibunya mengambil bantuan sosial di Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (2/1/2026) petang.
Baca Juga:
Rangkaian Bencana Landa NTT, Sumut, dan Jabar, BNPB Imbau Siaga Hidrometeorologi
Korban diduga hanyut setelah sungai di dekat kantor kelurahan meluap akibat hujan deras yang mengguyur sejak Jumat sore.
Kepala Polsek Cihideung Polres Tasikmalaya Kota Kompol Rusdiyanto membenarkan korban masih dalam pencarian oleh petugas Kepolisian, TNI, dan BPBD hingga Jumat malam.
“Sampai saat ini, korban masih dalam pencarian. Kondisi di lokasi kejadian sempat banjir dan sungai di pinggir kantor kelurahan sempat meluap,” jelas Rusdiyanto saat ditemui di Kantor Kelurahan Tugujaya, Jumat malam.
Baca Juga:
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Sumbar, Jabar, Jateng, hingga Jatim
Peristiwa bermula saat korban bersama ibu dan kakaknya menunggu giliran pengambilan bantuan sosial di kantor kelurahan, kata Rusdiyanto.
Di tengah genangan banjir, korban bersama kakaknya pamit untuk membeli jajan ke depan kantor kelurahan.
“Saat di tempat jajan, korban bilang ke kakaknya hendak pergi lagi ke kantor kelurahan sendirian. Sejak saat itu korban diketahui hilang, karena saat kakaknya menanyakan ke ibunya di dalam kantor kelurahan, katanya tidak ada menghampiri ibunya di dalam kantor,” kata Rusdiyanto.
Hingga Jumat malam sekitar pukul 23.00 WIB, korban belum berhasil ditemukan oleh tim pencari.
Petugas kepolisian telah memeriksa sejumlah kamera pengawas milik warga dan kantor kelurahan, namun belum memperoleh petunjuk keberadaan korban.
“Tadi kita sudah periksa CCTV, tapi tidak terekam saat korban dan kakaknya terpisah menerjang air banjir di jalanan dan dekat sungai yang meluap. Kita masih lakukan upaya pencarian bersama-sama,” jelas Rusdiyanto.
Kakak korban, Janisa (18), mengaku sempat mengira adiknya telah kembali ke kantor kelurahan bersama sang ibu.
Namun setelah dipastikan, Z tidak berada di dalam kantor dan dinyatakan hilang tanpa diketahui pasti apakah terseret luapan sungai atau tersesat.
“Memang saat itu jalanan banjir dan air meluap di sungai dekat kelurahan, tapi kami menerjangnya karena air banjirnya tidak deras. Tapi saat ke kelurahan lagi, kata ibu saya, adik tidak ada,” ujar Janisa.
Hingga kini petugas gabungan masih terus melakukan pencarian dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan debit air di sekitar lokasi.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]