WahanaNews.co, Jakarta - Kabupaten Sumedang terpilih oleh Kementerian Pertanian (Kementan) menjadi salah satu dari 13 kabupaten kota di Indonesia dalam proyek percontohan pengembangan hortikultura pertanian di lahan kering atau _Horticulture Development Dryland Area Project_ (_HDDAP_).
Hal tersebut terungkap dalam pertemuan antara Pj. Bupati Sumedang Yudia Ramli dengan Direktur Buah dan Florikultura Liferdi di Gedung Negara Sumedang, Rabu (8/5/2024).
Baca Juga:
Sonia Sugian Dorong Peran Perempuan dan Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045
Direktur Buah dan Florikultura Liferdi
mengatakan, terdapat dua komoditas yang akan dikembangkan dalam program _HDDAP_ di 7 kecamatan dan 19 desa yakni sayuran dan buah.
"Komoditas sayuran akan difokuskan di empat kecamatan, yakni Kecamatan Pamulihan sebanyak 2 desa, Tanjungsari 2 desa, Sukasari 1 desa dan Rancakalong 1 desa," ujarnya.
Sedangkan untuk komoditas buah yakni Mangga Gedong Gincu, lanjut Liferdi, akan difokuskan di tiga kecamatan yakni Kecamatan Jatigede, Tomo dan Ujungjaya.
Baca Juga:
Bupati Hadiri Silaturahmi Akbar dan Seminar Pendidikan Guru Madrasah se-Kabupaten Sumedang
"Di Jatigede ada 7 desa, Tomo 3 desa dan Ujungjaya 3 desa," tuturnya.
Ditanya mengenai sumber dananya, Liferdi menjawab program tersebut dibiayai Asian Development Bank (ADB) dan International Fund For Agricultural Development (IFAD).
"Tujuannya untuk meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim dan profitabilitas pertanian lahan kering dengan sasaran peningkatan pendapatan petani di lahan kering," ujarnya.