WAHANANEWS.CO, Jakarta - Korban gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah setelah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 68 orang meninggal dunia.
Data terbaru tersebut disampaikan BNPB berdasarkan perkembangan penanganan dan pendataan korban gempa magnitudo 7 yang melanda sejumlah wilayah di NTT.
Baca Juga:
Mendagri Minta Pendataan Kerusakan Gempa NTT Dikebut, Bantuan hingga Rp70 Juta Disiapkan
"68 jiwa yang meninggal," kata Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers, Senin (17/8/2026).
BNPB masih melakukan pemantauan di wilayah terdampak karena proses pencarian dan pendataan korban gempa hingga kini terus berlangsung.
"Kami tetap memantau jumlah korban ini dan terus akan kami laporkan ketika nanti ada jumlah korban yang ditemukan," tambah Berton.
Baca Juga:
Gempa Susulan NTT Tembus 1.598 Kali, Terbesar Magnitudo 6,2
Berdasarkan pendataan sementara BNPB, korban meninggal dunia akibat gempa tersebut tersebar di sejumlah wilayah mulai dari Kabupaten Manggarai Timur hingga Kabupaten Ngada.
Selain puluhan korban meninggal dunia, gempa juga mengakibatkan ratusan warga mengalami luka-luka dengan jumlah sementara mencapai 213 orang.
"Jumlah luka-luka saat ini ditemukan 213 jiwa," ucap Berton.
Gempa bumi tersebut mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026) dan menyebabkan dampak serius di sejumlah daerah.
Guncangan gempa mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan korban luka serta menimbulkan kerusakan pada berbagai bangunan di kawasan terdampak.
Bencana tersebut juga memaksa ribuan warga meninggalkan tempat tinggal mereka dan mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
BNPB bersama unsur terkait masih melakukan penanganan terhadap masyarakat terdampak sekaligus terus memperbarui data korban seiring berlangsungnya proses pencarian dan pendataan di lapangan.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.