WAHANANEWS.CO - Pemerintah daerah diminta bergerak cepat mendata kerusakan akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), sebab bantuan hingga Rp70 juta untuk rumah warga yang rusak telah disiapkan pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan bantuan untuk warga terdampak dapat diberikan setelah data kerusakan diverifikasi dan ditandatangani Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) serta Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) setempat.
Baca Juga:
Sesar Naik Flores Belum Stabil, BMKG Prediksi Gempa Susulan Berlangsung 2-3 Pekan
"Kecepatannya sangat tergantung dari pendataan. Kalau didatakan, sudah nyampai ke Bupati, setelah itu ditandatangani juga oleh Kapolres sama Pak Kajari," ujar Tito dalam keterangannya, Senin (17/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Tito setelah meninjau langsung kerusakan akibat gempa sekaligus berdialog dengan masyarakat di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Senin (17/8/2026).
Tito mengimbau pemerintah daerah mengerahkan kepala desa hingga perangkat kecamatan untuk mempercepat proses pendataan rumah warga yang terdampak gempa.
Baca Juga:
Nyawa Melayang, SERBUK Desak Polda Jambi Segera Panggil dan Periksa Managemen PTPN IV dan RS Annisa Jambi
Pemerintah menyiapkan bantuan sebesar Rp15 juta untuk rumah dengan kerusakan ringan, Rp30 juta untuk kerusakan sedang, dan Rp70 juta bagi rumah yang mengalami kerusakan berat.
"Nanti yang mendatanya dari desa. Nanti desa menyampaikan kepada Pak Bupati. Bupati nanti akan merekap rumah siapa rumahnya rusak ringan, sedang, atau berat," jelasnya.
Tito menegaskan hasil peninjauan lapangan akan dibahas secara langsung dalam rapat koordinasi yang melibatkan sejumlah kementerian, lembaga, dan badan usaha milik negara (BUMN).