“Diharapkan data-data yang dimiliki Kemdiktisaintek dapat dimanfaatkan untuk pengembangan manajemen talenta nasional, khususnya di bidang riset dan inovasi. Kami yakin banyak dosen maupun mahasiswa, baik S1, S2, maupun S3, yang nantinya dapat berkontribusi dalam pengembangan Manajemen Talenta Nasional hingga diangkat dan berkembang di level internasional,” ujar Sesjen Badri.
Pada kesempatan yang sama, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan pentingnya penguatan talenta nasional dalam menghadapi persaingan global yang semakin kompetitif.
Baca Juga:
Cara Cek Status Penerima KIP Kuliah 2026 Secara Online
Ia menilai keunggulan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh kondisi geografis maupun kekayaan sumber daya alam, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dimilikinya.
Menurutnya, pengembangan talenta nasional harus ditopang oleh ekosistem yang kuat yang berlandaskan pendidikan, riset, dan inovasi.
Oleh karena itu, proses pembinaan talenta tidak dapat lagi dilakukan secara sporadis atau sekadar berbasis percobaan, melainkan harus didukung oleh kajian ilmiah, riset mutakhir, serta inovasi yang lahir dari kemampuan bangsa sendiri.
Baca Juga:
Bappenas Usul Pemisahan DKPP dari Kemendagri demi Perkuat Penegakan Etik Pemilu
Bagi Kemdiktisaintek, integrasi data ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pemanfaatan data pendidikan tinggi dan riset sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Informasi mengenai kinerja riset, profil akademik, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat diharapkan dapat menjadi fondasi dalam memetakan potensi talenta nasional secara lebih komprehensif.
Kerja sama tersebut juga sejalan dengan kebijakan Diktisaintek Berdampak yang mendorong agar ekosistem pendidikan tinggi, sains, dan teknologi tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.