Melalui IPCGP, mereka mengusulkan dua program unggulan. Program pertama adalah Gender-Climate Fellowship, yang berfokus pada peningkatan kapasitas perempuan di negara-negara Pasifik dalam bidang pembiayaan iklim dan tata kelola wilayah pesisir.
Sementara program kedua, Mangrove & Coastal Adaptation Pilot, diarahkan pada restorasi ekosistem pesisir berbasis komunitas perempuan dengan target pemulihan 500 hektare kawasan mangrove dalam kurun tiga tahun. Program ini juga dirancang untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.
Baca Juga:
Eropa Barat Diterjang Gelombang Panas Ekstrem, PBB Sebut Iklim Makin Buruk
Paskarina menjelaskan bahwa kedua program tersebut tidak sekadar menempatkan perempuan sebagai peserta, melainkan sebagai aktor utama yang memiliki ruang dalam menentukan arah pembangunan.
“Kami menargetkan sedikitnya 40 persen keterlibatan perempuan dalam struktur pengambilan keputusan pada proyek restorasi pesisir. Harapannya, perempuan memiliki ruang yang lebih besar untuk berkontribusi dalam menentukan arah pembangunan yang tangguh terhadap krisis iklim,” kata Paskarina.
Prestasi yang diraih kedua mahasiswi tersebut mendapat apresiasi dari Pejabat Sementara Rektor Universitas Pertamina, Djoko Triyono. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan kapasitas mahasiswa Universitas Pertamina dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan yang relevan terhadap tantangan global.
Baca Juga:
Alarm Krisis Energi Global: Universitas Pertamina Cetak SDM Hybrid Hadapi Masa Mendatang
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Pertamina tidak hanya mampu mengidentifikasi persoalan global, tetapi juga menghadirkan solusi berbasis riset yang inovatif dan aplikatif. Universitas Pertamina akan terus mendorong lahirnya gagasan yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Djoko.
Keberhasilan Zeffanya dan Paskarina menjadi bukti bahwa kalangan muda tidak hanya mampu memahami kompleksitas krisis iklim, tetapi juga menghadirkan gagasan konkret yang berorientasi pada kolaborasi internasional, pemberdayaan perempuan, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan yang rentan terhadap perubahan iklim.
[Redaktur: Hendrik Isnaini Raseukiy]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.