"Kami kerahkan material set tower dari Jawa dengan pesawat Hercules TNI. Kami juga datangkan para ahli dan tim gabungan. Semuanya bergerak, kolaborasi dengan Pemerintah Daerah, tim rescue, TNI, dan Polri. Termasuk untuk pendistribusian genset, sembako, lampu darurat, dll.,"
Darmawan menegaskan, PLN akan mengoptimalkan segala sumber daya yang dimiliki untuk mempercepat pemulihan kelistrikan di Aceh, sehingga suplai listrik dapat segera kembali stabil untuk masyarakat.
Baca Juga:
Banjir dan Longsor Ganggu Energi, ESDM Percepat Perbaikan Listrik dan Distribusi BBM
“Kami terus bekerja keras agar masyarakat yang terdampak dapat segera beraktivitas dan listrik kembali pulih. Ratusan petugas di lapangan all out 24 jam nonstop untuk menyelesaikan misi kemanusiaan ini,” ungkap Darmawan.
Selain mempercepat pemulihan kelistrikan, PLN juga menyiagakan genset di titik-titik obyek vital, seperti rumah sakit, puskesmas, bandara, dan kantor pemerintahan, agar masyarakat Aceh tetap bisa terlayani.
Selain itu, bantuan berupa lampu darurat juga telah disalurkan ke rumah ibadah dan lokasi pengungsian untuk memastikan aktivitas malam hari tetap berjalan.
Baca Juga:
PLN–Indosat Perkuat Sinergi Digitalisasi SPKLU untuk Akselerasi Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional
Tim gabungan tanggap bencana dari PLN dan TNI all out melaksanakan Apel Siaga Team Recovery Bencana Aceh di Landasan Udara Sultan Iskandar Muda (29/11/2025) dan siap terjun ke lapangan. Kolaborasi lintas sektor ini dilakukan guna mempercepat proses pemulihan kelistrikan pascabencana di wilayah Aceh.
"Kami membangun island operation Nagan Raya dengan beban sampai 100 Megawatt (MW) dan island operation Arun dengan beban 16 MW. Dengan cara ini, sebagian wilayah Aceh terutama fasilitas layanan publik masih bisa mendapat pasokan listrik," ucapnya.
PLN juga memberikan bantuan kemanusiaan berupa paket sembako untuk masyarakat terdampak yang secara simbolis diserahkan kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.