WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pergantian tahun baru 2026 menjadi momen simbolik bagi arah baru pengelolaan kelistrikan nasional.
Alih-alih memusatkan kendali dari kota besar, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo memilih memimpin langsung siaga kelistrikan nasional dari Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Rabu (31/12/2024).
Baca Juga:
Sampah Menggunung, Bau Menyengat Cemari Kota Jambi Bahagia: Jurnalis M. Rosyid Sentil Kinerja Pemkot
Langkah tersebut menandai pendekatan baru PLN yang menempatkan wilayah pinggir sebagai bagian penting dari pusat pengambilan keputusan strategis.
Dari Aceh Tamiang, Darmawan memimpin teleconference kesiapan siaga kelistrikan bersama seluruh unit PLN se-Indonesia, subholding, dan anak perusahaan menjelang malam pergantian tahun.
“Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kami memastikan seluruh sistem kelistrikan nasional berada dalam kondisi siaga penuh langsung dari Aceh Tamiang,” ujar Darmawan.
Baca Juga:
Pemerintah Tetapkan Tarif Token Listrik PLN 5–11 Januari 2026
Pemilihan Aceh Tamiang sebagai titik komando nasional juga mencerminkan perhatian PLN terhadap wilayah-wilayah yang menghadapi tantangan geografis dan cuaca ekstrem, sekaligus bentuk empati terhadap daerah-daerah di Sumatra yang terdampak bencana.
Meski potensi keramaian perayaan tahun baru menurun, PLN memastikan pengamanan kelistrikan tetap dilakukan secara menyeluruh.
“Pengamanan kelistrikan ini merupakan bentuk tanggung jawab PLN untuk memastikan seluruh masyarakat dapat menjalani malam pergantian tahun dengan aman dan nyaman, sekaligus tetap menghormati saudara-saudara kita di wilayah terdampak bencana,” kata Darmawan.
Secara sistem, PLN memperkirakan beban puncak listrik nasional pada malam pergantian tahun mencapai sekitar 41,6 gigawatt (GW), dengan daya mampu pembangkit sebesar 70,8 GW. Kondisi ini memberikan cadangan daya yang cukup untuk menjaga keandalan pasokan listrik di seluruh Indonesia.
“Dengan sistem yang lebih matang, digital, dan teruji, kami optimistis pergantian tahun baru 2026 akan berlangsung aman dan nyaman,” ujarnya.
Untuk memastikan keandalan tersebut, PLN mengerahkan sekitar 69 ribu personel yang siaga di 3.402 posko dan 137 command center di seluruh Indonesia.
Ribuan peralatan pendukung, mulai dari genset, UPS, gardu bergerak hingga kendaraan operasional, turut disiagakan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan.
PLN juga memperkuat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Informasi cuaca real-time kini terhubung langsung ke control center PLN, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
“Seluruh maintenance sudah kami lakukan sebelumnya, sehingga sepanjang periode siaga Natal dan Tahun Baru tidak ada kegiatan pemeliharaan. Sistem distribusi dan pelayanan pelanggan tetap kami jaga optimal,” tutur Darmawan.
Melalui pendekatan ini, PLN menegaskan bahwa keandalan listrik nasional tidak hanya dibangun dari pusat-pusat kota besar, tetapi juga dari daerah. D
ari Aceh Tamiang, pesan itu disampaikan dengan jelas: terang Indonesia dijaga bersama, dari pinggir hingga pusat.
[Redaktur: Sandy]