WAHANANEWS.CO, Jakarta - Elon Musk mencetak sejarah baru setelah disebut resmi menjadi triliuner pertama di dunia usai SpaceX melantai di bursa saham.
Lonjakan nilai saham SpaceX membuat kekayaan Musk menembus angka yang sebelumnya belum pernah dicapai individu mana pun di dunia.
Baca Juga:
Kinerja Melesat 345,97 Persen, PTDI Rombak Struktur Pengurus Perusahaan
SpaceX memulai perdagangan saham pada Jumat (12/6/2026) pagi dengan harga USD 150 per lembar saham.
Dengan harga tersebut, kepemilikan saham Musk di SpaceX ditaksir bernilai lebih dari USD 766 miliar.
Nilai itu kemudian semakin membesar jika digabungkan dengan saham Musk di Tesla.
Baca Juga:
Soundbar Berubah Jadi 'Keyboard Hantu', Komputer Korban Bisa Diperintah Diam-diam
Saham Musk di Tesla disebut bernilai sekitar USD 280 miliar.
Jika kedua aset utama tersebut digabungkan, kekayaan bersih Musk dari SpaceX dan Tesla mencapai sekitar USD 1,05 triliun.
Angka tersebut menjadikan Musk sebagai orang pertama yang menembus status triliuner.
Kekayaan Musk bahkan disebut melampaui nilai produk domestik bruto atau PDB sejumlah negara maju.
Harta pribadi Musk kini setara dengan gabungan kekayaan empat orang terkaya dunia setelahnya.
Menurut data Forbes, co-founder Google Larry Page dan Sergey Brin, pendiri Amazon Jeff Bezos, serta pendiri Oracle Larry Ellison memiliki kekayaan gabungan lebih dari USD 1 triliun.
Bezos dan Ellison yang berada di posisi orang terkaya keempat dan kelima masing-masing memiliki kekayaan kurang dari seperempat total kekayaan bersih Musk.
Besarnya kekayaan Musk juga disebut melampaui PDB nasional Taiwan, Irlandia, dan Swedia.
Musk menjadi triliuner pertama dunia sekitar 110 tahun setelah John D. Rockefeller tercatat sebagai miliarder pertama di dunia pada 1916.
Capaian tersebut menjadikan Musk sebagai figur paling menonjol dalam sejarah baru akumulasi kekayaan global.
Status triliuner pertama yang disandang Musk diperkirakan akan kembali memantik perdebatan luas soal ketimpangan kekayaan.
Perdebatan itu terutama berkaitan dengan semakin besarnya pengaruh para pendiri perusahaan teknologi di Amerika Serikat.
IPO SpaceX juga tidak hanya mengangkat kekayaan Musk ke level tertinggi.
Aksi korporasi tersebut turut melahirkan ribuan jutawan dan miliarder baru dari kalangan karyawan serta eksekutif perusahaan yang memegang saham.
Para pemegang saham internal SpaceX ikut menikmati lonjakan nilai perusahaan setelah sahamnya diperdagangkan di bursa.
Kondisi itu menunjukkan besarnya dampak IPO SpaceX terhadap ekosistem kekayaan di sektor teknologi dan antariksa.
Kekayaan Musk juga berpeluang terus bertambah dalam beberapa tahun mendatang.
Tahun lalu, pemegang saham Tesla menyetujui paket kompensasi yang nilainya bisa mencapai USD 1 triliun.
Paket gaji tersebut dapat terealisasi jika Musk mampu meningkatkan valuasi Tesla dan mencapai sejumlah target kinerja tertentu.
Dengan kombinasi SpaceX, Tesla, dan paket kompensasi jumbo tersebut, posisi Musk di puncak daftar orang terkaya dunia semakin sulit disaingi.
Capaian ini sekaligus mempertegas dominasi Musk dalam dua sektor besar, yakni kendaraan listrik dan teknologi antariksa.
Namun, di balik rekor tersebut, pertanyaan soal konsentrasi kekayaan dan pengaruh korporasi teknologi diperkirakan akan semakin menguat.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]