WAHANANEWS.CO, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto secara tegas menyatakan akan menutup Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) atau pembangkit yang memakai Bahan Bakar Minyak (BBM). Dengan keputusan itu, Indonesia dinilai bisa menghemat 200.000 barel minyak per hari (bph).
Sejalan dengan keputusan itu juga, pemerintah akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) dengan kapasitas mencapai 100 Giga Watt (GW) dalam waktu 2 tahun ini.
Baca Juga:
Aceh Selatan Bebas 'Lampu Kedip' dengan SUTT PLN!
Prabowo menyampaikan, bahwa pemerintah sudah memutuskan untuk menjalankan program listrifikasi 100 GW. "Nanti tidak boleh ada lagi pembangkit listrik menggunakan diesel, menggunakan solar. Tidak," terang Presiden Prabowo dalam Peresmian Pabrik Bus Listrik di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).
"Dengan itu kita akan tutup pembangkit listrik tenaga diesel 13 buah yang di PLN akan kita tutup," tambah Prabowo.
Dalam catatan Prabowo, dengan menutup pembangkit diesel itu, Indonesia bisa menghemat 200 ribu barel minyak per hari (bph) atau 20% konsumsi minyak nasional. Maklum, saat ini Indonesia masih mengimpor sebanyak 1 jutaa-an barel per hari.
Baca Juga:
Dukung Swasembada Energi, PLN Operasikan SUTT Blangpidie–Tapak Tuan dan GI 30 MVA
"Kita masih perlu impor 1 juta barel sehari. Dengan kita tutup PLTD, kita langsung menghemat 20%. Dengan nanti 100 GW kita juta akan menghemat sangat-sangat besar, mungkin kita dua-tiga tahun lagi tidak perlu impor BBM sama sekali,"
"Kita punya kekuatan besar, kita benar-benar sungguh, kita akan kuat, kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri," tegas Prabowo
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.