WAHANANEWS.CO, Jakarta - Harga minyak dunia anjlok tajam hingga dua digit dalam hitungan jam, dipicu kabar mengejutkan soal gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang langsung meredakan ketegangan geopolitik, pada Rabu (8/4/2025).
Penurunan signifikan ini tercatat dalam data perdagangan Rabu pagi, dengan harga minyak global merosot di kisaran 13 hingga 17 persen setelah pengumuman kesepakatan penghentian konflik selama dua pekan.
Baca Juga:
Terkait Kasus Minyak Goreng, Kejagung Geledah Gedung Ombudsman
Pada Selasa (7/4/2026) malam, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa dirinya telah menyetujui gencatan senjata bilateral dengan Iran untuk durasi dua pekan.
"Ia telah menyetujui gencatan senjata bilateral selama dua pekan dengan Iran," demikian pernyataan terkait keputusan tersebut.
Kesepakatan itu juga mencakup komitmen dari pihak Iran untuk menjamin keamanan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz, yang selama ini menjadi salah satu titik krusial distribusi energi global.
Baca Juga:
Penampung BBM Subsidi Berkedok Warung di Baganpete, Polisi Diminta Segera Tangkap Pemilik Warung
"Iran juga telah sepakat untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz," sebagaimana dicatat dalam pernyataan tersebut.
Di pasar energi, dampak langsung dari kesepakatan ini terlihat dari merosotnya harga minyak mentah acuan global dalam waktu singkat.
Pada pukul 00:17, harga minyak mentah Brent berjangka Juni tercatat turun 12,6 persen dibandingkan penutupan sebelumnya, menjadi 91,92 dolar AS atau sekitar Rp1,56 juta per barel.