Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa penambahan SPKLU merupakan wujud dukungan PLN terhadap kebijakan pemerintah dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik nasional.
Langkah ini sekaligus mendukung agenda transisi energi dan upaya penurunan emisi karbon, khususnya di sektor transportasi.
Baca Juga:
PLN Manfaatkan 3,44 Juta Ton FABA Sepanjang 2025, Dorong Ekonomi dan Keberlanjutan Lingkungan
Ilustrasi pelanggan di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat sedang melakukan pengisian daya kendaraan listrik di rumahnya. Hingga tahun 2025, total 70.250 pelanggan telah menikmati kemudahan layanan Home Charging Services dari PLN, meningkat pesat dari tahun 2024 yang berjumlah 32.215 pelanggan.
"Sejalan dengan instruksi pemerintah untuk mendorong adopsi EV di tanah air, PLN berkomitmen penuh menjadi garda terdepan dalam menyediakan infrastruktur charging station yang andal. Dengan ketersediaan SPKLU yang semakin masif dan merata, kami ingin memberikan rasa aman serta kenyamanan bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik," ujar Darmawan.
Di sisi lain, PLN juga terus melakukan peningkatan kualitas teknologi SPKLU. Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, mengungkapkan bahwa saat ini berbagai jenis teknologi pengisian daya telah tersedia untuk memenuhi kebutuhan pengguna dengan karakteristik perjalanan yang beragam.
Baca Juga:
Cegah Gangguan Listrik, PLN Amankan SUTT Bireuen–Takengon dari Ancaman Longsor
Saat ini, PLN mengoperasikan 633 unit Ultra Fast Charging, 482 unit Fast Charging, 2.681 unit Medium Charging, serta 859 unit Standard Charging yang tersebar di berbagai lokasi strategis.
"Kami tidak hanya fokus di kuantitas, tapi juga kualitas layanan. Hadirnya teknologi pengisian daya yang lebih cepat diharapkan dapat mengurangi range anxiety para pengguna EV," jelas Adi.
Selain penguatan SPKLU publik, minat masyarakat terhadap layanan Home Charging Services (HCS) PLN juga mengalami peningkatan signifikan.