WahanaNews.co, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem industri pengolahan susu (IPS) nasional sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, serta memperkuat kemandirian industri dalam negeri.
Komitmen tersebut disampaikan dalam rangka peringatan Hari Susu Nusantara (HSN) 2026 yang digelar di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (14/6).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, industri pengolahan susu merupakan salah satu sektor manufaktur strategis yang memiliki dampak ekonomi luas karena terintegrasi langsung dengan sektor peternakan rakyat.
Baca Juga:
Industri Perhiasan Nasional Terus Tumbuh, Kemenperin Perkuat Daya Saing dan Ekspor
Namun, menurut Agus, pemenuhan kebutuhan bahan baku susu dari dalam negeri masih menjadi tantangan utama bagi industri susu nasional.
"Saat ini, produksi Susu Segar Dalam Negeri (SSDN) baru mampu memenuhi sekitar 20 persen dari total kebutuhan industri. Karena itu, penguatan kemitraan yang saling menguntungkan antara industri dengan peternak dan koperasi menjadi kunci utama untuk meningkatkan kapasitas produksi nasional," ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Senin (15/6).
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika menambahkan bahwa industri pengolahan susu memiliki keterkaitan erat dengan sektor peternakan rakyat. Oleh sebab itu, pengembangan industri susu nasional perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan produksi hingga penguatan kapasitas pelaku usaha di sektor hulu.
Baca Juga:
Indonesia dan Tajikistan Perkuat Kerja Sama Industri, Bidik Kolaborasi Mineral Kritis hingga Industri Halal
Di sisi lain, tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia masih tergolong rendah, yakni sekitar 17,7 liter per kapita per tahun. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi pengembangan industri pengolahan susu ke depan.
Putu menilai berbagai program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dapat menjadi pendorong peningkatan konsumsi susu nasional.
"Dengan adanya program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, seperti Program Makan Bergizi Gratis, peluang peningkatan konsumsi susu nasional menjadi semakin besar," katanya.
Meski demikian, industri pengolahan susu nasional masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya adalah keterbatasan integrasi antara sektor hulu dan hilir, skala usaha peternakan rakyat yang relatif kecil, produktivitas ternak yang masih perlu ditingkatkan, serta keterbatasan infrastruktur rantai dingin dan sistem logistik.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemenperin terus mendorong penguatan kemitraan antara industri pengolahan susu dengan peternak sapi perah, peningkatan kualitas Susu Segar Dalam Negeri (SSDN), serta penerapan teknologi digital pada Tempat Penampungan Susu (TPS).
Selain itu, pemerintah juga menjalankan Program Restrukturisasi Mesin dan/atau Peralatan Industri Makanan dan Minuman yang diatur melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 40 Tahun 2024.
Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin, Merrijantij Punguan Pintaria, menjelaskan bahwa program tersebut memberikan insentif berupa penggantian sebagian biaya atau reimbursement hingga 35 persen atas pembelian mesin dan peralatan baru.
"Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh industri pengolahan susu maupun koperasi dan kelompok peternak yang menjadi mitra industri untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produk," ujar Merri.
Menurut dia, peringatan Hari Susu Nusantara menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, peternak, koperasi, industri pengolahan susu, akademisi, dan masyarakat dalam mengembangkan sektor persusuan nasional.
Sinergi yang kuat antar-pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting untuk meningkatkan produksi susu dalam negeri sekaligus memperkuat daya saing industri pengolahan susu nasional.
Melalui momentum Hari Susu Nusantara 2026, Kemenperin mengajak seluruh pihak terkait untuk terus memperkuat kemitraan dan membangun ekosistem persusuan yang tangguh, produktif, dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan, meningkatkan gizi masyarakat, serta memperkuat industri nasional.
[Redaktur: Jupriadi]