WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sebanyak 25 Kawasan Ekonomi Khusus kini disebar dari ujung barat hingga timur Indonesia untuk menciptakan pusat pertumbuhan baru dan memutus mata rantai ketimpangan ekonomi antarwilayah.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan pembangunan KEK dirancang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional dengan bertumpu pada sektor unggulan masing-masing daerah.
Baca Juga:
KEK Mekar Putih Kalsel Dibidik Beroperasi Mulai 2027, MARTABAT Prabowo-Gibran: Momentum Bangun Mesin Ekonomi Baru
Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Kemenko Perekonomian RI Rizal Edwin Manansang menyebut pemerataan lokasi KEK menjadi instrumen strategis untuk memperkuat daya saing nasional.
Pemerintah juga ingin memastikan pembangunan ekonomi tidak hanya bertumpu pada pusat-pusat industri yang telah berkembang.
“Keberadaan KEK tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, melainkan tersebar luas di berbagai daerah, dengan komposisi tujuh KEK berada di Jawa dan 18 KEK lainnya tersebar di luar Jawa, termasuk Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Maluku dan Papua,” kata Rizal.
Baca Juga:
Investasi Kumulatif KEK Capai Rp368 Triliun, MARTABAT Prabowo-Gibran: Indonesia Makin Kompetitif di Mata Investor
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan 2026 untuk penyusunan RKPD 2027 Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru, beberapa waktu lalu.
Menurut Rizal, penyebaran KEK di berbagai wilayah bertujuan menghadirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang sesuai dengan potensi unggulan daerah.
Keberadaan kawasan tersebut diharapkan mampu menarik investasi dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.