BWS Sumatera I telah mengerahkan dua unit alat berat, terdiri atas satu unit excavator dan satu unit wheel loader, yang difokuskan untuk membersihkan lumpur serta sampah di badan jalan dan saluran drainase. Selain dukungan peralatan, BWS Sumatera I juga telah menyalurkan bantuan sembako bagi masyarakat terdampak.
Kementerian PU memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan penyesuaian langkah operasional sesuai dengan kebutuhan di lapangan, hingga kondisi akses dan lingkungan di Aceh Tamiang benar-benar pulih dan aktivitas masyarakat kembali normal.
Baca Juga:
Alasan Air Bersih Masih Sulit Didapat Korban Bencana Diungkap Menteri PU
Selain sejumlah ruas sudah dapat dilalui, Kementerian PU juga terus melakukan penanganan sejumlah ruas yang sebelumnya putus antara lain ruas Meureudu–Batas Pidie Jaya/Bireuen, Bireuen–Bener Meriah, Bireuen–Aceh Tengah, Gayo Lues–Kutacane, Aceh Tengah–Nagan Raya, serta Geumpang–Pameue–Simpang Uning,
Penanganan dilakukan melalui pemasangan jembatan bailey, penimbunan oprit, pengalihan arus sungai, serta pembukaan jalur darurat. Saat ini pekerjaan konstruksi masih dalam tahap akhir dengan target penyelesaian bertahap pada rentang waktu 8 hingga 17 Desember 2025. Diharapkan pulihnya akses secara bertahap ini dapat mempermudah distribusi logistik dan bantuan serta menghidupkan kembali mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian di wilayah terdampak.
Demikian dilansir dari laman pugoid, Minggu (7/12).
Baca Juga:
Kementerian PU Siapkan Penanganan Permanen TPA Rantau dan IPLT Aceh Tamiang
[Redaktur: JP Sianturi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.