Infrastruktur SPKLU yang tersebar luas dinilai mampu menopang kebutuhan pengguna kendaraan listrik di tengah tingginya mobilitas masyarakat selama Nataru.
Ilustrasi pengguna EV sedang menggunakan aplikasi PLN Mobile untuk mengisi daya di salah satu SPKLU.
Baca Juga:
PLN Hadirkan AntreEV dan Trip Planner, Dukung Kelancaran Arus Balik Kendaraan Listrik
“Jaringan SPKLU yang tersebar di berbagai wilayah digunakan untuk melayani kebutuhan pengisian daya selama periode Nataru. Kesiapan infrastruktur ini membantu mendukung mobilitas masyarakat pengguna kendaraan listrik di tengah kepadatan perjalanan,” lanjutnya.
Keandalan layanan pengisian daya tersebut turut didukung oleh kesiapsiagaan infrastruktur dan sumber daya manusia.
Selama periode siaga, PLN menyiagakan sebanyak 4.648 unit SPKLU yang didukung oleh 5.190 personel di seluruh Indonesia.
Baca Juga:
Hadapi Medan Sulit, PLN Terus Upayakan Pemulihan Listrik di Desa Terisolir Aceh
Khusus pada jalur utama Sumatra–Jawa–Bali, PLN mengoperasikan 1.515 unit SPKLU, jumlah ini meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan periode Nataru sebelumnya.
Selain penguatan infrastruktur fisik, PLN juga mengoptimalkan layanan berbasis digital melalui aplikasi PLN Mobile.
Aplikasi ini menjadi salah satu penunjang utama operasional SPKLU selama periode Nataru.