WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) kembali menghadirkan program promo tambah daya listrik dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.
Melalui program bertajuk “Power Up EVent”, PLN memberikan potongan harga sebesar 50 persen untuk layanan tambah daya bagi pelanggan satu fasa dengan kapasitas hingga 7.700 Volt Ampere (VA).
Baca Juga:
Jumlah SPKLU Tembus 4.655 Unit, PLN Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional
Program promo ini berlaku selama penyelenggaraan IIMS 2026 yang digelar pada 5–15 Februari 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.
Kehadiran promo tersebut menjadi bagian dari upaya PLN dalam memanfaatkan momentum pameran otomotif berskala internasional itu untuk semakin mendekatkan layanan kelistrikan kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung kebutuhan listrik rumah tangga yang terus meningkat.
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud komitmen perseroan dalam menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih baik sekaligus menjawab kebutuhan gaya hidup modern yang serba elektrik.
Baca Juga:
Jakarta Electric PLN Mobile Tekuk BJB Tandamata 3-0, Asa Final Four Proliga 2026 Terjaga
Tampilan booth PLN pada IIMS 2026 yang menyajikan beragam layanan khusus bagi ekosistem kendaraan listrik.
“Melalui IIMS 2026, kami kembali menyediakan opsi tambah daya dengan biaya lebih ringan sehingga masyarakat dapat menyesuaikan kapasitas listrik rumah sesuai kebutuhan pemakaian,” ujar Adi.
Ia menjelaskan, mekanisme untuk mendapatkan promo tersebut cukup mudah.
Pelanggan hanya perlu melakukan transaksi pembelian token listrik atau pembayaran tagihan melalui aplikasi PLN Mobile.
Setelah bertransaksi, pengunjung dapat mendatangi booth PLN di area pameran IIMS dengan menunjukkan bukti check-in pada banner event yang tersedia di aplikasi PLN Mobile.
Selain diskon tambah daya, PLN juga memberikan apresiasi khusus bagi masyarakat yang membeli tiket masuk IIMS melalui PLN Mobile.
Sebanyak 5.000 transaksi pertama akan memperoleh voucher listrik gratis senilai Rp20.000.
Insentif ini diberikan sebagai bentuk dorongan terhadap pemanfaatan layanan digital PLN yang semakin terintegrasi dan mudah diakses.
Adi menambahkan, rangkaian promo yang dihadirkan selama IIMS 2026 tidak hanya bertujuan meningkatkan kenyamanan pelanggan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
Komitmen tersebut diperkuat melalui kehadiran booth PLN di Hall A JIEXPO Kemayoran yang menampilkan berbagai showcase teknologi.
Pengunjung dapat melihat langsung perkembangan sistem pengisian daya kendaraan listrik, integrasi layanan kelistrikan berbasis digital, hingga kesiapan infrastruktur yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik secara nasional.
Ilustrasi masyarakat tengah bertransaksi di aplikasi PLN Mobile guna memperoleh promo tambah daya listrik.
"Melalui langkah-langkah ini, kami berupaya memberikan gambaran yang lebih jelas kepada masyarakat mengenai kesiapan infrastruktur kelistrikan yang telah Pemerintah siapkan dari hulu hingga hilir. Harapannya, masyarakat jadi lebih yakin menggunakan kendaran listrik hari ini praktis dan tidak repot," jelas Adi.
Lebih lanjut, PLN juga terus memperkuat layanan Home Charging Services (HCS) guna memudahkan pengguna kendaraan listrik melakukan pengisian daya di rumah.
Dalam program tersebut, PLN memberikan potongan biaya sebesar 50 persen untuk pemasangan baru HCS.
Tidak hanya itu, pelanggan juga memperoleh diskon tarif listrik sebesar 30 persen khusus untuk pengisian daya kendaraan listrik pada malam hari, yakni pukul 22.00 WIB hingga 05.00 WIB.
"Program ini bisa dinikmati masyarakat hingga Juni 2026 mendatang dan diharapkan bisa dipergunakan sebaik-baiknya oleh pengguna kendaraan listrik yang ingin praktis melakukan pengisian daya di rumah sendiri dan berbiaya murah," tandas Adi.
Adi optimistis bahwa kehadiran PLN dalam IIMS 2026 beserta berbagai program yang ditawarkan dapat menjadi katalis dalam mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik.
Menurutnya, kendaraan listrik tidak hanya lebih hemat dan praktis, tetapi juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menekan emisi karbon dan mewujudkan target Net Zero Emission pada 2060 atau bahkan lebih cepat (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]