Menurutnya, kehadiran petugas PLN di tengah kondisi sulit tersebut memberi harapan bagi masyarakat yang sempat terisolasi.
Di saat aktivitas belum sepenuhnya pulih, upaya mereka menembus medan berat dinilai sebagai bukti bahwa warga di desa terpencil tidak ditinggalkan dalam situasi bencana.
Baca Juga:
Rencana Danantara Pangkas 1.000 BUMN Jadi 300 Disorot Lembaga Pemeringkat Internasional
Kerja keras ini didukung oleh sinergi luar biasa antara PLN dengan berbagai instansi.
Kolaborasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga relawan lokal turut membuka akses jalan dan mempercepat pemulihan infrastruktur agar aliran listrik dapat segera dinikmati masyarakat.
Di beberapa titik, personel PLN bahkan harus dibantu helikopter untuk menjangkau area yang benar-benar terputus dari dunia luar.
Baca Juga:
Kolaborasi ITERA–PLN Dorong Inovasi Energi, ALPERKLINAS: Menuju Kemandirian Listrik Nasional
Lebih dari 500 personel dikerahkan ke lokasi-lokasi tower yang rusak untuk mengganti atau memperbaiki jaringan transmisi yang roboh akibat banjir dan longsor.
Perjuangan itu bukan sekedar soal kabel dan gardu listrik. Bagi warga di desa tertinggal, nyala lampu di rumah bukan hanya soal kenyamanan.
Ini adalah tanda hidup yang kembali normal, tanda anak-anak bisa belajar malam hari, dan ladang ekonomi serta komunikasi dapat bergeliat kembali.