WAHANANEWS, CO, Jakarta- Kisah Hendi Maulana, Pegawai PDKB Cianjur yang Bertugas ke Aceh untuk Pemulihan Kelistrikan Pasca Bencana
Baca Juga:
PLN Bekasi Pasang 23 Arrester, Lindungi Jaringan Listrik dari Petir
Cianjur — Dalam suasana pagi yang masih gelap, Hendi Maulana, pegawai PDKB PLN UP3 Cianjur, berangkat meninggalkan rumah, pekerjaan rutinnya, dan—yang paling berat—keluarganya. Dengan membawa peralatan keselamatan dan semangat pengabdian, Hendi bergabung dengan tim bantuan dari PLN UID Jawa Barat untuk diterjunkan ke Aceh dalam misi pemulihan kelistrikan pascabencana.
Bencana yang melanda Aceh menyebabkan kerusakan jaringan listrik, memutus akses, dan membuat ribuan warga hidup dalam keterbatasan energi. Hendi, bersama rekan-rekan PLN Jabar lainnya, ditugaskan untuk memulihkan kembali aliran listrik yang sangat dibutuhkan warga, rumah sakit darurat, posko pengungsian, dan fasilitas vital lainnya.
Setibanya di lokasi, Hendi harus beradaptasi cepat dengan kondisi lapangan yang penuh tantangan. Tinggal di barak darurat bersama tim, tidur beralas seadanya, bangun pagi-pagi sekali untuk briefing, lalu bekerja hingga malam hari. Medan yang sulit, tiang-tiang yang roboh, kabel yang putus, cuaca yang tidak menentu—semuanya menjadi bagian dari perjuangan.
Baca Juga:
Kisah Hendi Maulana, Insan PLN yang Menjawab Panggilan Kemanusiaan di Aceh
Namun bagi Hendi, satu hal jauh lebih berat daripada segala kondisi fisik tersebut:
meninggalkan keluarga.
> “Yang paling sulit itu bukan medan, tapi meninggalkan istri dan anak-anak di rumah. Tapi saya yakin, membantu Aceh bangkit juga bagian dari tugas negara. Ketika pertama kali listrik menyala lagi di salah satu desa, rasanya semua lelah hilang,” ujar Hendi, dengan nada penuh haru.
Setiap malam di barak, Hendi menyempatkan diri melakukan panggilan video dengan keluarga. Senyum anak-anaknya memberi energi baru untuk menghadapi hari-hari berikutnya.