Meski bekerja dalam keterbatasan penerangan, para petugas tetap bergerak cepat melakukan penanganan di titik-titik terdampak.
Risiko longsor yang tinggi membuat alat berat tidak dapat beroperasi, sehingga seluruh material dan peralatan harus diangkut secara manual menuju lokasi yang sulit dijangkau.
Baca Juga:
PLN dan Kemendag Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging, Dukung Percepatan Ekosistem Kendaraan Listrik
Pemulihan dilakukan dengan memprioritaskan objek-objek strategis, terutama BTS telekomunikasi, fasilitas kesehatan, dan posko pengungsian.
PLN juga memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Daerah, TNI, Polri, serta partisipasi warga untuk mempercepat penormalan di titik-titik prioritas tersebut.
Petugas PLN bahu membahu dalam memobilisasi tiang listrik untuk melakukan pemulihan jaringan akibat bencana.
Baca Juga:
Jakarta Electric PLN Mobile Tutup Babak Reguler Proliga 2026 dengan Kemenangan Sempurna, Lolos ke Final Four
“Kendati medan yang cukup menantang, petugas PLN bekerja nonstop 24 jam untuk memulihkan jaringan yang terdampak secepatnya. Fokus kami satu, agar pasokan listrik dapat kembali mengalir di berbagai wilayah,” tambah Darmawan.
Sebelumnya, PLN telah memulihkan jaringan transmisi 150 kV pada jalur Tarutung–Sibolga yang sempat roboh akibat banjir.
Gardu Induk Sibolga juga telah kembali bertegangan, sehingga memperkuat sistem kelistrikan di wilayah tersebut agar pemulihan dapat berlangsung menyeluruh.