Di Kabupaten Aceh Tengah, terdapat 36 desa yang tengah diupayakan pemulihan jaringan permanennya.
Sementara itu, di Kabupaten Bener Meriah terdapat 13 desa, serta beberapa desa lainnya di Gayo Lues dan Aceh Tamiang yang masih dalam proses penanganan.
Baca Juga:
Bantuan Genset Nyalakan Kembali Aktivitas dan Ibadah Warga Pascabanjir Aceh
“Petugas kami di lapangan terus bersiaga di titik terdekat dengan lokasi longsor. Begitu akses memungkinkan untuk dilewati, tim teknis kami akan langsung masuk untuk melakukan perbaikan tiang dan kabel yang roboh akibat bencana,” jelas Eddi.
Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, yang turut mengawal langsung proses pemulihan di wilayahnya, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras petugas PLN.
Ia juga menilai kehadiran pasokan listrik cadangan melalui program genset sangat membantu masyarakat di tengah kondisi darurat.
Baca Juga:
Hunian Sementara Aceh Tamiang Terangi Harapan, Respons Cepat PLN Tuai Apresiasi
Tampak rombongan kendaraan pengangkut material melewati akses yang telah berhasil dibuka menuju desa-desa yang sebelumnya terisolir pascabencana. Bersama TNI dan Polri, tim PLN terus bersinergi di lapangan dalam upaya pembersihan material longsor yang menutupi akses utama menuju desa-desa terisolir.
“Kami melihat perjuangan luar biasa dari petugas PLN yang harus menerjang titik-titik longsor demi bisa masuk membawa material. Kami juga sangat terbantu dengan adanya backup 1.000 genset Kementerian ESDM, sehingga desa-desa kami tetap terang sementara perbaikan jaringan permanen terus diupayakan,” ungkap Haili Yoga.
Sebelumnya, pada pertengahan Desember 2025, sistem kelistrikan utama Aceh telah berhasil dipulihkan sepenuhnya.