Ia menjelaskan, jalur kedua Arun–Bireuen melengkapi jaringan transmisi utama Arun–Bireuen dan Langsa–Pangkalan Brandan, sehingga sistem kelistrikan di Aceh kini saling terhubung dan lebih fleksibel.
Dengan konfigurasi tersebut, pasokan listrik dapat dialihkan melalui jalur lain apabila terjadi gangguan pada salah satu lintasan.
Baca Juga:
PLN Tegaskan Tak Ada Krisis Batu Bara, 8 Pemasok Siapkan 87 Juta Ton
“Dengan sistem yang saling terhubung ini, apabila terjadi gangguan pada salah satu jalur, pasokan listrik tetap dapat dialihkan melalui jalur lainnya, sehingga risiko padam dapat ditekan,” tambah Darmawan.
PLN menegaskan proses penormalan dan penguatan sistem kelistrikan di Aceh masih terus dilakukan secara bertahap dan terukur.
Seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan petugas serta masyarakat sekitar.
Baca Juga:
Milad UMSU ke-69: PLN Hadir dengan Program Transisi Energi!
Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya, PLN optimistis ketahanan sistem kelistrikan Aceh akan terus meningkat.
Keandalan pasokan listrik diharapkan mampu menopang aktivitas masyarakat sekaligus memperkuat pemulihan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.