WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemulihan kelistrikan pascabencana banjir dan longsor di Aceh terus menunjukkan kemajuan signifikan.
PT PLN (Persero) mencatat, sebanyak 15 dari 23 kabupaten/kota di Aceh telah pulih 100 persen, sementara delapan daerah lainnya masih dalam proses, dengan tiga wilayah mencatat tingkat pemulihan di bawah 75 persen akibat keterbatasan akses dan kondisi geografis yang ekstrem.
Baca Juga:
Dari Jambi untuk Aceh, Korem 042/Gapu, BPBD dan Masyarakat Satukan Kepedulian
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa wilayah dengan progres pemulihan terendah berada di kawasan pegunungan dan terpencil, yakni Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.
“Dari 23 kabupaten dan kota madya, 15 kabupaten dan kota madya sudah 100 persen pulih. Masih ada delapan kabupaten yang belum mencapai 100 persen, dan tiga daerah dengan tingkat pemulihan paling rendah,” ujar Darmawan dalam Rapat Koordinasi Pemulihan Bencana Sumatera, dikutip Selasa (30/12).
Berdasarkan data PLN, Aceh Tengah baru mencapai 70,8 persen desa menyala, Bener Meriah 83,6 persen, dan Gayo Lues 69,9 persen desa telah kembali berlistrik.
Baca Juga:
Perkuat Sinergi dalam Pemberantasan Penyalahgunaan Narkotika di Provinsi Jambi, Kapolda Terima Silaturahmi Kepala BNN Jambi
Darmawan menegaskan, lambatnya pemulihan di ketiga daerah tersebut bukan disebabkan kendala teknis semata, melainkan faktor akses distribusi material kelistrikan.
“Untuk Aceh Tengah dan Bener Meriah, evakuasi dan pengiriman 510 tiang listrik masih harus menggunakan jalur udara, termasuk pesawat Hercules. Ini karena akses darat belum memungkinkan,” jelasnya.
Sementara itu, untuk wilayah Gayo Lues, PLN mulai mendapatkan kemajuan setelah jalur darat dari Langsa–Kutacane–Blangkejeren kembali terbuka.