Saat ini, sebanyak 210 tiang listrik sedang dalam proses pengiriman ke wilayah tersebut untuk mempercepat pemulihan jaringan.
Di sisi lain, Darmawan menekankan bahwa pemulihan jaringan listrik tidak selalu sejalan dengan kondisi rumah pelanggan.
Baca Juga:
PLN Pulihkan Listrik Aceh, Aktivitas Sosial dan Ekonomi Warga Kembali Bergerak
Di sejumlah daerah, jaringan telah aktif, namun rumah warga belum dapat dialiri listrik karena masih tertimbun lumpur dan berisiko membahayakan keselamatan.
“Desanya sudah menyala, tetapi rumah-rumah pelanggan masih tertimbun lumpur. Kami tidak berani langsung menyalakan listrik karena berisiko korsleting dan sengatan listrik,” tegasnya.
PLN, lanjut Darmawan, mengedepankan prinsip keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama, termasuk dalam pemulihan fasilitas publik seperti rumah sakit dan puskesmas.
Baca Juga:
Di Balik Pemulihan Listrik Aceh, Ada Dedikasi Relawan PLN Tanpa Pamrih
Sebelum listrik diaktifkan, PLN turut membantu proses pembersihan lumpur demi memastikan instalasi aman digunakan.
Darmawan juga membandingkan skala bencana kali ini dengan tsunami Aceh 2004. Menurutnya, kerusakan sistem kelistrikan akibat banjir dan longsor kali ini jauh lebih luas.
“Pada tsunami 2004, kerusakan sistem kelistrikan terjadi di delapan titik. Kali ini mencapai 442 titik, sehingga skalanya sangat masif dan membutuhkan upaya luar biasa,” katanya.