WAHANANEWS.CO, Morowali - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) memberikan dukungan fasilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kepada SMP Negeri 2 Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Selasa (21/7/2026).
Dukungan tersebut merupakan wujud komitmen PLN dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas akses siswa terhadap pembelajaran berbasis digital.
Baca Juga:
PLN ES Raih Indonesia Best CSR Awards 2026 Berkat Program Stay Green Stay Clean
Bantuan yang disalurkan meliputi 25 unit komputer, 2 unit laptop, 2 unit printer multifungsi, 1 unit proyektor beserta layar, peningkatan kapasitas daya listrik, serta penyediaan jaringan internet dan perangkat pendukung laboratorium TIK.
Seluruh fasilitas tersebut akan dimanfaatkan oleh 65 siswa serta 14 guru dan tenaga kependidikan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, meningkatkan literasi digital, memperluas akses terhadap sumber pembelajaran, serta mendukung pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).
Penyerahan bantuan tersebut dihadiri oleh Manajer PLN Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Tenggara, Ronny Aprisaputra, yang hadir mewakili General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, bersama Camat Bungku Timur Arsan, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Morowali Ilham Dahlan, serta Kepala SMP Negeri 2 Bungku Timur Hamsia.
Baca Juga:
Dari Pegunungan Papua, Kopi Tiom Tembus Pasar Nasional Berkat Dukungan PLN
Secara terpisah, General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menyampaikan bahwa dukungan terhadap sektor pendidikan merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan program TJSL yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Transformasi digital di bidang pendidikan perlu didukung dengan ketersediaan fasilitas yang memadai agar para siswa memiliki kesempatan yang semakin luas untuk belajar, berkembang, dan meningkatkan kompetensinya. Melalui bantuan ini, PLN berharap dapat mendukung terciptanya ekosistem pembelajaran yang lebih inklusif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan teknologi,” ujar Aditya.
Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan perangkat komputer, tetapi juga dilengkapi dengan peningkatan kapasitas daya listrik dan penyediaan jaringan internet agar laboratorium TIK dapat berfungsi secara optimal.