WAHANANEWS.CO, Jakarta - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, PT PLN (Persero) menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan kualitas kesehatan ibu melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Kali ini, PLN menyalurkan bantuan berupa alat deteksi dini preeklamsia berbasis Internet of Medical Things (IoMT) dan Artificial Intelligence (AI) kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Baca Juga:
PLN Hadirkan Listrik 24 Jam di Noemuke, 149 KK Kini Nikmati Terang dan Peluang Baru
Program ini dirancang untuk memperkuat layanan kesehatan ibu hamil, terutama di daerah dengan keterbatasan akses layanan medis, sekaligus mendukung upaya nasional dalam menekan angka kematian ibu (AKI).
Langkah ini sejalan dengan target pemerintah dalam menurunkan AKI secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Suasana agenda Sosialisasi dan Deteksi Dini Preeklamsia di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (22/04/2026).
Baca Juga:
Dukung Ekosistem Digital Indonesia, PLN Siapkan Pasokan Listrik Andal bagi Pusat Data Berbasis AI
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan bahwa pemerintah berupaya menurunkan angka kematian ibu dari 140 per 100.000 kelahiran hidup menjadi 40 per 100.000 kelahiran hidup dalam kurun waktu lima tahun.
Salah satu faktor utama penyebab tingginya angka kematian ibu adalah preeklamsia dan eklamsia, yang menyumbang sekitar 25 persen dari total kasus.
Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong transformasi sistem kesehatan, termasuk memperluas akses terhadap deteksi dini melalui pemanfaatan teknologi dan distribusi alat kesehatan ke berbagai fasilitas layanan dasar.