WAHANANEWS.CO.Jakarta-Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya menggelar apel pasukan dan pemeriksaan peralatan pelayanan teknik (yantek) di Baleendah, Kabupaten Bandung, Selasa (21/1/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan kesiapan personel serta kelayakan peralatan kerja dalam mendukung penerapan budaya K3 di lingkungan kerja PLN. Apel pasukan juga menjadi wujud komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja di seluruh lini operasional.
Baca Juga:
Bulan K3 Nasional, PLN UP3 Gunung Putri Perkuat Budaya Kerja Aman
Mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”, kegiatan tersebut diharapkan mampu menanamkan budaya kerja yang aman, sehat, dan produktif bagi seluruh insan PLN.
Manager PLN UP3 Majalaya, Widodo, dalam amanatnya menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap seluruh aturan keselamatan kerja, mulai dari penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) hingga pelaksanaan identifikasi bahaya dan risiko sebelum bekerja.
“Ini wajib dilaksanakan oleh seluruh unit dan departemen yang terlibat dalam pekerjaan berisiko. K3 bukan hanya aturan, tetapi komitmen bersama untuk melindungi keselamatan pekerja,” ujar Widodo.
Baca Juga:
PLN UP3 Majalaya Edukasi Masyarakat Desa Rancamanyar soal Keselamatan Listrik dan Layanan Digital
Ia menjelaskan bahwa pekerjaan lapangan PLN memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi karena petugas berhadapan langsung dengan tegangan listrik besar serta bekerja di ketinggian dan area lalu lintas.
“Risikonya berlapis, mulai dari sengatan listrik, jatuh dari ketinggian, hingga tertabrak kendaraan. Karena itu, pekerjaan di PLN membutuhkan disiplin K3 yang sangat tinggi,” jelasnya.
Selain itu, Widodo menekankan pentingnya pemeliharaan dan pengecekan rutin peralatan pelayanan teknik sebagai bagian tak terpisahkan dari penerapan K3.
“Pelaksanaan K3 harus didukung oleh peralatan kerja yang layak dan berfungsi dengan baik. Tanpa peralatan yang aman, pekerjaan akan menjadi sangat berbahaya,” tambahnya.
Ia berharap komitmen penerapan K3 dapat dijalankan secara menyeluruh, mulai dari jajaran manajemen hingga petugas pelaksana di lapangan.
“Keselamatan dan kesehatan kerja harus menjadi prioritas utama, agar seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan aman dan berkelanjutan,” pungkas Widodo.
Sementara itu, di tempat terpisah, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan nilai utama dalam setiap aktivitas operasional PLN.
“Setiap nyawa sangat berharga. Oleh karena itu, keselamatan kerja harus selalu menjadi prioritas utama di PLN,” tegasnya.
[angelita lumban gaol]