Menurut dia, pengelolaan koperasi tak hanya mencakup aktivitas ritel, tetapi juga berbagai layanan lain yang membutuhkan sumber daya manusia terlatih.
Selain menjual barang kebutuhan pokok dan barang subsidi seperti LPG 3 kilogram, pupuk, minyak goreng, dan beras, Kopdes Merah Putih juga akan mengelola gerai obat dan klinik, lembaga keuangan mikro, hingga layanan logistik.
Baca Juga:
Listrik Terangi Harapan: 93 Keluarga Nelayan di Indramayu Nikmati Hunian Baru Berkat Program TJSL PLN
Karena itu, kata Ferry, proses operasionalisasi tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga penyiapan model bisnis, digitalisasi, serta pengembangan sumber daya manusia.
Di sisi pembangunan, Ferry mengatakan hingga saat ini sekitar 11.030 bangunan Kopdes Merah Putih telah selesai 100 persen, lengkap dengan gudang, gerai, dan fasilitas pendukung lainnya. Sementara sekitar 23 ribu bangunan lainnya masih dalam tahap pembangunan.
"Yang sudah selesai 100 persen pembangunan fisik, gudang, gerai serta alat kelengkapannya per hari ini update-nya sekitar 11.030 bangunan fisik yang 100 persen sudah selesai. Tapi yang sedang dibangun sudah ada sekitar 23 ribuan bangunan fisik," ujarnya.
Baca Juga:
KKP Siapkan Pembangunan Kampung Nelayan Modern di Pasarbanggi, Rembang
Presiden Prabowo Subianto meluncurkan operasionalisasi 1.061 Kopdes Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur. Ribuan koperasi tersebut menjadi proyek percontohan sebelum implementasi yang lebih luas.
Pemerintah menargetkan sedikitnya 20 ribu Kopdes Merah Putih dapat diluncurkan pada Agustus mendatang dengan kesiapan tidak hanya dari sisi bangunan fisik, tetapi juga operasional.
"Seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden (Prabowo), rencananya bulan Agustus nanti kita bisa me-launching sekitar minimal 20 ribuan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang mudah-mudahan tidak hanya siap bangunan fisik, gudang dan gerainya serta alat kelengkapannya tetapi juga siap untuk operasionalisasi," ujar Ferry.