WAHANANEWS.CO, Jakarta - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto membenahi tata kelola Badan Usaha Milik Negara atau BUMN sebagai bagian dari upaya membersihkan perusahaan negara dari praktik korupsi, pemborosan, dan pengelolaan yang tidak produktif.
“Pernyataan Presiden Prabowo harus dibaca sebagai alarm keras bahwa BUMN tidak boleh lagi menjadi ruang nyaman bagi kepentingan kelompok, praktik rente, maupun pengelolaan aset negara yang jauh dari kepentingan rakyat,” kata Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran KRT Tohom Purba, Selasa (14/7/2026).
Baca Juga:
Pegunungan Papua Simpan Harta Karun Raksasa, BRIN dan TNI Temukan Cadangan Emas
Tohom menilai keberanian Presiden menyampaikan persoalan korupsi di tubuh BUMN secara terbuka menunjukkan adanya komitmen politik untuk memperbaiki perusahaan negara secara menyeluruh.
“Reformasi BUMN harus dimulai dari keberanian mengakui masalah, membuka struktur yang tidak sehat, dan memutus mata rantai kepentingan yang selama ini menikmati kelemahan tata kelola,” ujarnya.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyebut BUMN selama ini menjadi salah satu sasaran tindak pidana korupsi saat berpidato dalam peringatan Hari Koperasi Nasional 2026 di Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Baca Juga:
Aspirasi Warga Termasuk dari TikTok, Prabowo Pastikan Akan Ditindaklanjuti
“BUMN-BUMN itu akan kita tertibkan. Selama ini BUMN-BUMN itu sumber korupsi,” kata Prabowo.
Menurut Tohom, penertiban BUMN harus dilakukan melalui audit menyeluruh terhadap kinerja keuangan, kualitas manajemen, struktur anak perusahaan, pengadaan barang dan jasa, serta penggunaan aset negara.
“Negara harus dapat membedakan dengan jelas mana BUMN yang sehat dan strategis, mana yang masih dapat diperbaiki, serta mana yang hanya menjadi beban karena bertahun-tahun tidak menghasilkan manfaat ekonomi maupun pelayanan publik,” katanya.