WahanaNews.co | Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN) mencatat surat pernyataan minat (letter of intent/LOI) investor yang ingin terlibat membangun IKN Nusantara.
Siapa saja investor di IKN?
Baca Juga:
IKN Diserbu Wisatawan Saat Lebaran, Benarkah Lebih Cocok Jadi Destinasi Wisata?
Biaya yang dibutuhkan untuk membangun Kawasan inti IKN setara dengan 20% dari total anggaran yang diperlukan untuk membangun ibu kota baru.
Kebutuhan anggaran Pembangunan tahap I sebesar Rp466.9 triliun. Sisanya, sebanyak 80% dana Pembangunan IKN diharapkan bersumber dari investasi langsung oleh investor.
Dikutip dari Okezone, ada sepuluh investor yaitu Agung Sedayu Group, Salim group, Sinarmas, Pulauintan, Adaro Group, Barito Pacific, Mulia Group, Astra Group, Kawan Lama Group, dan Alfamart Group.
Baca Juga:
Serobot Lahan di Dekat IKN, 4 Warga Sepaku Diseret ke Pengadilan
Selain beberapa investor di dalam konsorsium tersebut, ada juga beberapa investor yang terlibat dalam proses Pembangunan di sektor perhotelan, mal, rumah sakit, Pendidikan, dan perkantoran. Sesuai dengan nama kotanya, di ibu kota baru ini juga aka nada Hotel Nusantara.
Menteri investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia berharap, Pembangunan hotel itu lebih dipercepat.
Bukan hanya itu, selain dalam negeri ada juga yang dari luar negri berminat menjadi investor Pembangunan IKN.