WAHANANEWS.CO, Jakarta - Industri makanan cepat saji India diguncang langkah besar ketika dua raksasa waralaba Yum Brands memilih bergabung demi bertahan dari badai biaya dan lesunya belanja konsumen.
Operator KFC dan Pizza Hut di India, Sapphire Foods India dan Devyani International, resmi mengumumkan rencana penggabungan usaha bernilai US$934 juta atau sekitar Rp14,7 triliun, Jumat (2/1/2025).
Baca Juga:
Silfester Belum Dieksekusi, Kejaksaan Intensifkan Pencarian
Konsolidasi ini ditempuh di tengah tekanan berat industri restoran cepat saji India, mulai dari lonjakan biaya operasional, perlambatan penjualan gerai, hingga margin laba yang terus tergerus.
Tekanan tersebut kian terasa saat persaingan dengan operator McDonald's dan Domino's Pizza semakin ketat, sementara konsumen India menahan belanja non-esensial.
Dalam skema merger, Devyani International akan menerbitkan 177 saham untuk setiap 100 saham Sapphire Foods India sebagai bagian dari kesepakatan.
Baca Juga:
Kritik Banjir Dibalas Molotov, Amnesty Nilai Negara Tak Boleh Diam
Entitas gabungan menargetkan sinergi tahunan sebesar 2,1–2,25 miliar rupee atau setara Rp395–424 miliar, yang diproyeksikan mulai terealisasi pada tahun kedua operasional penuh.
Saat ini kedua perusahaan yang sama-sama menjadi mitra Yum Brands mengelola lebih dari 3.000 gerai di India dan luar negeri, mencakup jaringan KFC dan Pizza Hut.
Di pasar domestik, entitas gabungan akan berhadapan langsung dengan Westlife Foodworld sebagai operator McDonald's India serta Jubilant Foodworks yang mengelola Domino's Pizza.
Dinilai krusial merger ini untuk memperbaiki kinerja keuangan, oleh analis, mengingat franchisee KFC dan Pizza Hut di India masih mencatat kerugian bersih.
"Sehingga skala usaha menjadi tantangan utama," ujar Akshay D'Souza, konsultan independen sektor barang konsumsi.
"Dengan entitas tunggal, jika mereka mampu membuka bahkan setengah dari sinergi yang diharapkan, kita bisa melihat perusahaan yang menguntungkan, dengan kemampuan pengendalian biaya yang jauh lebih baik," tambahnya.
Tekanan finansial tercermin dari data kuartalan, dengan total biaya konsolidasi Sapphire naik 10% secara tahunan menjadi 7,68 miliar rupee pada kuartal yang berakhir September.
Pada periode yang sama, pengeluaran Devyani International melonjak 14,4% menjadi 14,08 miliar rupee.
Dari sisi laba, rugi bersih 219 juta rupee dibukukan Devyani pada kuartal yang berakhir 30 September, berbalik dari laba 170 ribu rupee setahun sebelumnya.
Sementara itu, Sapphire mencatat rugi bersih konsolidasi sebesar 127,7 juta rupee, melebar dari kerugian 30,4 juta rupee pada periode yang sama tahun lalu.
Diharapkan merger ini menjadi titik balik bagi kedua operator untuk memperkuat daya saing dan mengejar profitabilitas di pasar makanan cepat saji terbesar di dunia berdasarkan jumlah penduduk.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]