WahanaNews.co, Jakarta - Program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) yang digagas Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag) terus menunjukkan capaian positif dalam mendorong pelaku UMKM menembus pasar global. Sepanjang 2025, program ini berhasil memfasilitasi 1.217 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha dengan total transaksi mencapai USD 134,87 juta.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa Kemendag membuka akses langsung UMKM ke pasar internasional melalui penjajakan bisnis atau business matching.
Baca Juga:
Danrem 042/Gapu Pimpin Sertijab Dandim 0416/Bute, Tekankan perkuat kemanunggalan TNI dengan Rakyat
“Sepanjang 2025, sebanyak 1.217 UMKM telah terfasilitasi dengan total transaksi yang dihasilkan sebesar USD 134,87 juta. Capaian ini membuktikan UMKM Indonesia memiliki peluang besar untuk bersaing dan diterima di pasar internasional,” ujarnya.
Dari total transaksi tersebut, sebesar USD 57,45 juta merupakan purchase order, sedangkan USD 77,42 juta lainnya berupa potensi transaksi. Selama periode tersebut, terlaksana 622 kegiatan business matching yang terdiri atas 399 sesi pitching atau presentasi UMKM kepada perwakilan perdagangan RI di luar negeri dan 223 pertemuan dengan pembeli mancanegara. Mayoritas pertemuan dilakukan secara virtual melalui aplikasi konferensi daring.
Mendag yang akrab disapa Busan itu memaparkan, sepanjang 2025, pitching dan business matching paling banyak melibatkan mitra dari Uni Emirat Arab, disusul Hungaria, Hong Kong, Malaysia, dan Korea Selatan.
Baca Juga:
Bertemu USABC, Wamendag Roro Bahas Penguatan Kerja Sama Perdagangan dan Investasi dengan AS
Produk makanan dan minuman mendominasi dengan persentase 29,99 persen, diikuti produk perkebunan sebesar 14,91 persen, furnitur dan dekorasi rumah 10,94 persen, tekstil dan produk tekstil atau fesyen 10,94 persen, serta produk perikanan 5,63 persen.
Selain kegiatan rutin yang digelar setiap bulan, UMKM BISA Ekspor juga menginisiasi business matching tematik guna memperluas akses secara inklusif. Business Matching Tematik Disabilitas yang digelar pada 26–29 September 2025 mempertemukan pelaku UMKM dengan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Santiago di Chile, ITPC Osaka di Jepang, Atase Perdagangan RI Berlin di Jerman, dan Atase Perdagangan RI Bangkok di Thailand untuk mempromosikan produk kerajinan dan fesyen.
Kemendag juga menggelar dua sesi business matching dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional 2025. Kegiatan ini melibatkan perwakilan perdagangan RI di Hungaria dan Inggris dengan menampilkan produk makanan ringan, fesyen, dan batik karya pelaku UMKM perempuan.
“Business matching tematik mendorong partisipasi UMKM penyandang disabilitas dan perempuan pelaku usaha agar produk unggulannya dapat dikenal dan diterima di pasar internasional. Ini merupakan komitmen kami untuk memastikan seluruh pelaku UMKM memiliki kesempatan yang setara dalam mengakses pasar global,” pungkas Budi Santoso.
[Redaktur: Alpredo]