WAHANANEWS.CO, Jakarta - Aparat kepolisian Turki mengambil tindakan tegas dalam mengendalikan rangkaian aksi peringatan Hari Buruh internasional yang berlangsung di Istanbul pada Jumat, 1 Mei 2026.
Dalam upaya membubarkan massa, polisi menembakkan gas air mata ke arah demonstran serta melakukan penangkapan dalam jumlah besar. Informasi ini dilaporkan oleh Euro News.
Baca Juga:
Perundingan Damai Rusia-Ukraina di Turki, Putin Dipastikan Absen
Dalam peristiwa tersebut, sedikitnya 570 orang diamankan oleh pihak kepolisian.
Di sisi lain, peringatan Hari Buruh juga diikuti oleh ribuan warga di berbagai kota lain di Turki yang turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka terkait kondisi ketenagakerjaan dan hak-hak buruh.
Pengamanan dilakukan secara masif dengan menurunkan sejumlah besar personel di berbagai titik strategis.
Baca Juga:
Targetkan Peningkatan Perdagangan Intra D-8, Mendag Ajak Negara Anggota Selesaikan Ratifikasi PTA
Aparat juga mengerahkan kendaraan taktis pengendali massa guna membubarkan kerumunan.
Gas air mata ditembakkan, termasuk kepada demonstran yang berada di kawasan pusat kota Istanbul, yang menjadi salah satu titik konsentrasi aksi.
Sejumlah tokoh oposisi turut merasakan dampak dari tindakan aparat.
Pemimpin Partai Buruh Turki, Erkan Baş, diketahui terkena semprotan gas merica saat berada di tengah aksi.
Erkan Baş menyampaikan kritik terhadap pemerintah, dengan menyatakan para pekerja hanya diberi kesempatan berbicara satu hari dalam setahun.
Ketegangan semakin meningkat setelah aparat menutup Lapangan Taksim sejak malam sebelum aksi berlangsung.
Penutupan kawasan yang selama ini menjadi simbol perjuangan buruh tersebut memicu reaksi keras dari para demonstran yang berencana melakukan long march menuju lokasi itu.
Penangkapan juga menimpa pejabat serikat pekerja, Başaran Aksu, yang sebelumnya menyampaikan kritik terhadap kebijakan penutupan Lapangan Taksim.
Ia menilai bahwa lokasi tersebut seharusnya dapat diakses oleh semua warga, termasuk para pekerja dan kelompok masyarakat kecil.
Aksi Hari Buruh di Turki memang kerap berlangsung di bawah pengawasan ketat aparat keamanan setiap tahunnya.
Kawasan pusat kota Istanbul sering kali dibatasi aksesnya untuk mencegah konsentrasi massa dalam jumlah besar.
Pada peringatan tahun sebelumnya, lebih dari 400 orang juga ditangkap dalam aksi serupa yang akhirnya dialihkan ke wilayah Kadıköy.
Pada peringatan tahun ini, aparat memasang barikade logam di sejumlah ruas jalan utama untuk membatasi pergerakan massa menuju pusat kota.
Di distrik Mecidiyeköy, situasi kembali memanas ketika sejumlah demonstran mencoba menembus barikade tersebut, yang kemudian direspons dengan penembakan gas air mata oleh polisi.
Ketegangan antara demonstran dan aparat keamanan tidak hanya terjadi di satu lokasi, tetapi juga meluas ke beberapa titik lain.
Bentrokan dan aksi saling dorong pun tak terhindarkan, mencerminkan tingginya eskalasi dalam peringatan Hari Buruh tahun ini di Turki.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]