WahanaNews.co, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi menyambut baik pengumuman dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyatakan telah menyelesaikan transfer minyak dari fasilitas lepas pantai (FSO) Safer Tanker, yang diperkirakan berisi 1,14 juta barel minyak mentah.
FSO Safer adalah kapal tanker yang merupakan fasilitas penyimpangan dan pengolahan minyak lepas pantai yang terbengkalai di Laut Merah dekat kota Al Hudaydah, Yaman.
Baca Juga:
BPKN Desak Pelaku Usaha Bertanggung Jawab atas Jemaah Umrah Korban Kecelakaan di Arab Saudi
Sejak perang saudara di Yaman yang dimulai pada 2015, struktur kapal itu terpapar kelembapan dan korosi serta sedikit atau tidak ada sama sekali tindakan perawatan.
Perselisihan terjadi antara kelompok Houthi dan Pemerintahan Yaman yang didukung Saudi mengenai kepemilikan dan tanggung jawab terhadap kapal tanker tersebut.
Kemenlu Arab Saudi menegaskan kembali penghargaan Kerajaan atas upaya Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan tim PBB dalam menyelesaikan masalah Safer Tanker, serta menyuarakan penghargaan atas dukungan keuangan yang murah hati dari negara-negara donor dan kampanye donasi yang mereka luncurkan untuk mengakhiri ancaman yang dibawa oleh kapal tanker minyak tersebut.
Baca Juga:
20 Jamaah Umroh Asal Indonesia Mengalami Kecelakaan dalam Bus, 6 Diantaranya Meninggal Dunia
Kerajaan Arab Saudi menjadi salah satu negara pertama yang memberikan hibah keuangan melalui Pusat Bantuan dan Bantuan Kemanusiaan Raja Salman (KSrelief) sebagai bagian dari upayanya dengan komunitas internasional dalam menyelesaikan masalah Safer Tanker.
Kementerian juga berterima kasih kepada Komando Koalisi untuk Mendukung Legitimasi di Yaman atas dukungannya terhadap rencana operasional transfer minyak dari Safer Tanker dengan sukses dan efisien.
[Redaktur: Sandy]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.