WAHANANEWS.CO, Jakarta - Hujan ekstrem dengan intensitas yang belum pernah tercatat sebelumnya menerjang Prefektur Chiba, Jepang, hingga menewaskan sedikitnya empat orang, memadamkan listrik puluhan ribu rumah, dan membuat ribuan penumpang telantar.
Kantor Manajemen Bencana Prefektur Chiba melaporkan hujan berintensitas sangat tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis (13/8/2026) hingga larut malam.
Baca Juga:
10 Negara Paling Sering Diguncang Gempa di Dunia, Indonesia Ternyata Nomor 2
Curah hujan yang mengguyur Chiba disebut mencapai intensitas tertinggi yang pernah dialami wilayah tersebut.
Hujan deras tersebut turut meningkatkan risiko tanah longsor sekaligus menyebabkan pemadaman listrik secara luas di sejumlah kawasan.
Pihak berwenang menyatakan salah satu korban meninggal merupakan pria berusia sekitar 60 hingga 70 tahun yang ditemukan mengapung di jalan yang telah terendam banjir.
Baca Juga:
Pascagempa Besar di Kumamoto, KBRI Tokyo Pastikan Belum Ada Laporan Korban WNI
Korban kedua merupakan perempuan berusia 66 tahun yang ditemukan setelah terjebak di dalam mobil yang terendam air.
Korban ketiga adalah seorang pria yang usianya belum diketahui dan ditemukan dalam kondisi tidak berdaya di jalan.
Sementara itu, identitas korban keempat termasuk jenis kelamin dan usianya belum diketahui oleh pihak berwenang.
Otoritas setempat juga mengkhawatirkan satu orang lainnya telah meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Selain itu, satu orang lain masih belum ditemukan sehingga dikhawatirkan turut menjadi korban jiwa dalam bencana yang melanda Chiba.
Pada Jumat (14/8/2026) pagi, Kantor Manajemen Bencana Prefektur Chiba mencatat hampir 26 ribu rumah masih mengalami pemadaman listrik.
Banjir juga merendam sedikitnya 45 rumah yang tersebar di Kota Ichikawa, Kashiwa, dan Sakura.
Badan Meteorologi Jepang atau Japan Meteorological Agency (JMA) sebelumnya telah memperingatkan mengenai tingkat ekstrem curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut.
"Berpotensi menjadi curah hujan lebat yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata pejabat JMA dalam konferensi pers, Kamis (13/8/2026).
Curah hujan di Chiba sempat berada pada peringatan level 5 pada Kamis (13/8/2026), yang menunjukkan tingkat ancaman sangat tinggi bagi masyarakat di wilayah terdampak.
Status peringatan tersebut kemudian berangsur turun menjadi level 4 pada Jumat (14/8/2026) pagi.
Dampak hujan ekstrem dan gangguan transportasi juga menyebabkan sekitar 6.000 orang harus telantar semalaman di Bandara Internasional Narita.
Narita merupakan salah satu dari dua bandara utama di kawasan tersebut yang menjadi pintu penting perjalanan udara menuju dan dari Tokyo.
Gangguan akibat cuaca ekstrem juga merembet ke jaringan transportasi kereta api setelah sejumlah layanan terpaksa ditangguhkan.
Ratusan penumpang akhirnya telantar di Stasiun Chiba akibat penghentian layanan perkeretaapian tersebut.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini].