WAHANANEWS.CO, Jakarta - Jepang kembali diguncang bencana dahsyat setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, memicu ledakan besar di sebuah pusat perbelanjaan, merobohkan bangunan, menewaskan sedikitnya dua orang, serta melukai puluhan warga.
Gempa yang terjadi pada Selasa (28/07/2026) waktu setempat juga menyebabkan gangguan luas terhadap infrastruktur, memutus aliran listrik, menghentikan transportasi umum, dan memaksa sekitar 300.000 warga mengungsi.
Baca Juga:
Jepang Alami Suhu Terpanas dalam 16 Tahun, 453 Harus Dirawat di RS
Pemerintah Jepang hingga kini masih terus menghitung dampak keseluruhan bencana yang melanda wilayah selatan negara tersebut.
"Kami telah menerima informasi adanya korban luka. Pemadaman listrik dan kebakaran terjadi di beberapa wilayah, serta terdapat kerusakan pada jalan dan jembatan, juga bangunan yang runtuh," ujar Menteri Keamanan Ekonomi Jepang Sanae Takaichi kepada wartawan di Tokyo, Rabu (29/07/2026).
Takaichi mengatakan tim penyelamat masih bekerja mengevakuasi korban sekaligus melakukan penilaian terhadap tingkat kerusakan di kawasan yang pernah dilanda gempa besar sekitar satu dekade lalu.
Baca Juga:
Jepang Ciptakan "Kulkas Manusia", Cukup 5 Menit Tubuh Langsung Dingin
Korban jiwa bertambah setelah operasi pencarian semalam di Aeon Mall Kumamoto berhasil mengevakuasi delapan orang dari lokasi kejadian.
Pemerintah Prefektur Kumamoto menyatakan dua perempuan berusia sekitar 20 tahun meninggal dunia akibat ledakan yang terjadi di pusat perbelanjaan tersebut.
Lima orang lainnya mengalami luka-luka, sementara satu korban sempat mengalami henti jantung dan henti napas sebelum mendapatkan penanganan.