WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kasus kematian seorang pedagang rempah di India yang semula diduga sebagai perampokan brutal berubah menjadi skandal pembunuhan terencana yang melibatkan orang terdekat korban.
Peristiwa ini terjadi di negara bagian Madhya Pradesh, India, ketika Devkrishna Purohit (28) ditemukan tewas di kediamannya pada malam Senin (7/4/2026).
Baca Juga:
Viral Menteri India Tarik Paksa Cadar Dokter Perempuan di Acara Resmi
Pada awalnya, kasus ini dilaporkan sebagai aksi pembobolan rumah disertai perampokan oleh sang istri, Priyanka, kepada pihak kepolisian dan media.
Dalam keterangannya, Priyanka mengaku bahwa sekelompok pelaku masuk ke rumah mereka untuk mencuri harta benda.
Ia juga menyebut dirinya diikat, mengalami kekerasan, dan pakaiannya disobek oleh para pelaku yang disebut beraksi secara brutal.
Baca Juga:
Pesawat Air India Dikenai Biaya Parkir Rp1,8 Miliar, Gegera Telantar 13 Tahun di Bandara
Priyanka turut mengaku telah memohon agar dirinya dan suaminya diselamatkan, namun harus menyaksikan korban dianiaya hingga meninggal dunia.
Keterangan tersebut sempat memicu simpati publik, terutama setelah kondisi rumah yang tampak berantakan beredar luas di media sosial.
Banyak pihak awalnya meyakini bahwa korban menjadi sasaran kejahatan perampokan yang berujung pembunuhan.
Namun, penyelidikan lanjutan yang dilakukan aparat kepolisian menemukan sejumlah kejanggalan di lokasi kejadian.
Salah satu temuan mencurigakan adalah kondisi pintu rumah yang tidak terkunci, yang dinilai tidak sesuai dengan skenario pembobolan paksa.
Selain itu, sejumlah barang berharga yang sebelumnya dilaporkan hilang justru ditemukan tersembunyi di dalam rumah.
Temuan tersebut memunculkan kecurigaan terhadap keterangan yang disampaikan oleh Priyanka.
Saat diperiksa lebih lanjut, Priyanka disebut memberikan keterangan yang berubah-ubah dan tidak konsisten.
Polisi kemudian menelusuri riwayat komunikasi telepon miliknya dan menemukan intensitas komunikasi tinggi dengan seorang pria bernama Kamlesh.
Dari hasil penyelidikan mendalam, terungkap bahwa Priyanka memiliki hubungan terlarang dengan Kamlesh.
Keduanya diduga telah merencanakan pembunuhan terhadap Devkrishna Purohit karena menganggap korban sebagai penghalang hubungan mereka.
Untuk melancarkan rencana tersebut, Kamlesh disebut menyewa seorang pria bernama Surendra Bhati sebagai eksekutor.
Dalam kesepakatan itu, Surendra Bhati dijanjikan imbalan sebesar 100.000 rupee atau sekitar Rp18 juta, dengan sebagian pembayaran telah diberikan di awal.
Pada malam kejadian, Priyanka diduga sengaja membiarkan pintu rumah dalam keadaan terbuka agar pelaku dapat masuk tanpa menimbulkan kecurigaan.
Saat korban tertidur, pelaku kemudian melancarkan aksinya hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Setelah pembunuhan terjadi, Priyanka diduga mengacak-acak isi rumah untuk menciptakan kesan seolah-olah terjadi perampokan.
Rekayasa tersebut akhirnya terbongkar setelah polisi menemukan bukti-bukti yang tidak sejalan dengan pengakuan awalnya.
Di hadapan penyidik, Priyanka akhirnya mengakui keterlibatannya dalam perencanaan pembunuhan tersebut setelah dihadapkan dengan sejumlah barang bukti.
Informasi dari pihak keluarga korban menyebutkan bahwa rumah tangga pasangan tersebut telah lama dilanda konflik.
Priyanka diketahui kerap merendahkan suaminya, termasuk terkait penampilan fisik dan warna kulit korban.
Ia bahkan disebut pernah menyatakan bahwa suaminya tidak pantas untuk dirinya.
Pihak kepolisian meyakini bahwa konflik rumah tangga yang berkepanjangan serta keinginan menjalin hubungan dengan kekasih gelap menjadi motif utama pembunuhan ini.
Saat ini, polisi telah mengamankan Priyanka dan Kamlesh untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Sementara itu, Surendra Bhati sebagai pelaku eksekusi masih dalam proses penanganan sesuai prosedur hukum.
Keluarga korban mendesak agar seluruh pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya dan berharap proses hukum berjalan adil demi keadilan bagi korban.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]