WAHANANEWS.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim seluruh pemimpin politik dan komandan militer tertinggi Iran telah tewas serta menyebut kondisi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei, telah "90 persen lenyap".
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan Fox News pada Senin (13/7/2026) ketika menjelaskan dampak operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran.
Baca Juga:
Sampah Masih Menumpuk Setiap Pagi di Beberapa Titik, Apakah Warga Kota Jambi Sudah Bahagia ?
Menurut Trump, kemampuan militer Iran telah melemah secara drastis setelah serangan yang dilancarkan Amerika Serikat pada Februari lalu.
"Mereka (Iran) tidak lagi memiliki angkatan laut. Mereka tidak lagi memiliki angkatan udara. Semuanya sudah hancur. Sistem pertahanan udara mereka juga sudah hancur. Para pemimpin mereka semuanya telah terbunuh," kata Trump.
Trump juga mengklaim bahwa para pemimpin utama Iran telah gugur dalam serangkaian operasi militer tersebut.
Baca Juga:
Trump Kenakan Tarif Kargo di Selat Hormuz, DPR Dorong Pemerintah Kedepankan Diplomasi
"Pemimpin-pemimpin terbaik mereka telah terbunuh. Mereka sudah tiada. Khomeini sudah tiada," ujarnya.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut nama Ruhollah Khomeini, tokoh Revolusi Iran yang wafat pada 1989, meski pernyataan tersebut diduga merujuk kepada Ali Khamenei yang dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Februari lalu serta dimakamkan pekan lalu.
Trump kemudian menyinggung keberadaan Mojtaba Khamenei yang kini menjadi penerus sang ayah sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.