WahanaNews.co | Presiden Turkmenistan Gurbanguly Berdymukhamedov dilaporkan telah menginstruksikan menutup situs yang dikenal secara internasional sebagai 'Gerbang Neraka'. Berikut alasan presiden tutup gerbang neraka Turkmenistan.
Secara resmi situs ini dinamai Kawah Darvaza, menyesuaikan dengan nama kota di mana ia berada.
Baca Juga:
Kini Tinggal Kenangan, Turkmenistan Pernah Gratiskan Listrik dan Gas 24 Tahun
Kawah ini terbentuk pada awal 1970-an, ketika terjadi longsoran tanah selama ekspedisi pengeboran gas Soviet.
Saat itu, para ilmuwan dilaporkan menyalakan api pada sebuah lubang besar untuk mencegah penyebaran gas alam. Namun, api itu justru terus menyala hingga saat ini.
Meskipun kawah tersebut telah menjadi daya tarik wisata, Berdymukhamedov dilaporkan surat kabar pemerintah Neytralny Turkmenistan, telah meminta kabinetnya mencari cara untuk menutup 'Gerbang Neraka'.
Baca Juga:
Wakil Ketua DPRD Gorontalo Utara Minta Fokus Tingkatkan Infrastruktur Wisata
Ia ingin menutup 'Gerbang Neraka' karena berefek negatif pada kesehatan orang-orang yang tinggal di sekitar kawah, pemborosan sumber daya gas alam yang berharga, dan kerusakan lingkungan.
Surat kabar itu juga menyebut wakil perdana menteri Turkmenistan telah diinstruksikan untuk mengumpulkan para ilmuwan dan jika perlu memanggil konsultan asing untuk menemukan solusi memadamkan api.
Hingga kini, tidak ada yang mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menutup atau memadamkan api di Kawah Darvaza tersebut.